Kontribusi Sektor Pertanian di Temanggung Turun 0,19 %

JEMUR. Sejumlah petani sedang menjemur bawang putih saat panen raya awal tahun lalu. 
JEMUR. Sejumlah petani sedang menjemur bawang putih saat panen raya awal tahun lalu. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Kontribusi sektor pertanian yang mengalami penurunan 0,19 %, hal ini bertolak belakang dengan misi kepala daerah “Mewujudkan Pemberdayaan Ekonomi Daerah yang Berbasis Potensi Unggulan Daerah dan Berkelanjutan”.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Anggota Fraksi Partai Kebangitan Bangsa (F-PKB) Said Daut, kemarin. Karena sektor pertanian merupakan sektor yang paling dominan, sebagian besar masyarakat Temanggung sumber pendapatannya berasal dari sektor itu.

“Faktor apa yang meyebabkan menurunnya sektor pertanian tersebut,” tanyanya.

Tidak hanya mengalami penurunan saja, Indah Cahyani dari Fraksi Partai Gerindra mengatakan, salah satu permasalahan tidak tercapainya target dalam bidang pertanian adalah kurangnya minat generasi muda untuk bekerja pada sektor pertanian yang menyebabkan kelangkaan tenaga kerja.

“Sejauh mana pemerintah daerah dapat mengatasi permasalahan tersebut,” katanya.

Program bantuan Mulsa Plastik Perak Hitam (MPPH) untuk  petani agar dikaji kembali untuk tahun-tahun mendatang hal ini berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Ternyata akibat pemakaian MPPH secara besar-besaran didaerah hulu atau daerah atas menyebabkan air hujan tidak bisa terserap dengan baik sehingga menyebabkan banjir.

Selanjutnya, untuk program peningkatan populasi dan produksi ternak dan hasil ternak, baru terealisasi sebesar 18,66 %, dengan alasan utama adalah kegiatan pembangunan pasar hewan tidak bisa terlaksana.

“Menurut Fraksi Gerindra alasan tersebut kurang tepat,” katanya.

Baca Juga
Usaha Angkringannya Sepi, Warga Malaysia ini Nekat Jual Pil Koplo

Fraksi PDIP Dwi Sulistyowati menambahkan, terkait dengan panen raya bawang putih, tentunya sebagai swasembada bibit di tahun 2020 agar bibit bawang putih tersedia dan dikembangkan di tahun-tahun yang akan datang. Namun hasil panen bawang putih tidak dibeli oleh pemerintah sehingga swasembada bibit akan terancam karena petani mengalami kesulitan dalam pasca panen.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemuda Pancasila Geruduk DPRD Temanggung, Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf

“Kami berharap pemerintah dapat membeli hasil panen bawang putih tahun ini agar benih di tahun yang akan datang tersedia. Karena program pertanian bawang putih sebagai prioritas ke 2 di sektor pertanian setelah tanaman tembakau,” pintanya.

F-PPP juga ikut bicara dalam urusan pertanian ini, Nurofik anggota F-PPP menilai langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Temanggung yang telah mengirimkan surat kepada Menko Perekonomian, Menteri Pertanian dan Gubernur Jawa Tengah untuk memberhentikan impor bawang putih sangat tepat.

Karena dengan adanya impor harga bawang putih lokal anjlok, langkah yang ditempuh oleh saudara Bupati sudah sangat tepat dalam rangka melakukan proteksi terhadap komoditas bawang lokal dan mencarikan pangsa pasar yang jelas.

Hanya saja koordinasi bidang pertanian belum menunjukkan teamwork yang kuat. Hal ini diakibatkan adanya pembagian dalam beberapa SKPD. Sehingga target capaian yang direncanakan dalam RPJMD jusrtu kedodoran.

“Sebagai contoh belum optimalnya memfungsingkan irigasi sebagai penopang utama persawahan, sehingga target produksi gabah hasil panen belum sesuai. Saat ini lahan sawah sebesar 16.000 Ha belum sepenuhnya bisa memenuhi masa tanam satu setengah kali dalam setahun. Sehingga produksi gabah Kabupaten Temanggung masih di bawah 180.000 ton,”terangnya.

Ia berharap kedepan tanaman pangan agar menjadi salah satu prioritas dengan memperbaiki sarana dan prasarana beserta bimbingan dan pendampingan dari instansi terkait.(set)