Konten Media Sosial Kian Liar, Pelajar Diajak Gunakan Teknologi dengan Bijak

PAPARKAN MATERI: AKP Ida Wida Astuti saat memberikan materi kepada siswa SMK TKM Tamansiswa dalam rangka Polwan Goes to School, di sekolah setempat, kemarin. (Foto: eko)
PAPARKAN MATERI: AKP Ida Wida Astuti saat memberikan materi kepada siswa SMK TKM Tamansiswa dalam rangka Polwan Goes to School, di sekolah setempat, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Adanya media sosial memang memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat. Namun, di sisi lain konten-konten atau isi dalam unggahan di media sosial kian liar dan memiliki dampak negatif jika tidak dapat memilahnya dengan baik. Karena itu, para pelajar sebagai kaum intelektual  harus bijak dalam menggunakannya.

Hal tersebut mengemuka dalam  kegiatan Polwan Goes to School di SMK TKM Tamansiswa Purworejo, Senin (8/8).

Salah satu Polwan dari jajaran Polres Purworejo, AKP Ida Wida Astuti menyebut kalangan pelajar memang sangat rawan terhadap pengaruh media sosial. Ats kondisi itu, para pelajar harus mendapat bimbingan dan arahan agar terhindar dari dampak-dampak negatif media sosial.

“Memberikan materi tentang cerdas dan aman dalam bermedia sosial. Dalam rangka menyambut HUT Polwan ke 74. Selain itu tadi juga kita tambahi soal keselamatan lalu lintas agar para siswa tidak menjadi korban laka, kita mengadopsi dari pusat, jadi memang secara serentak ada Polwan Goes to School,” kata AKP Ida.

Menurutnya, dengan adanya teknologi sekarang ini berbagai kalangan bisa dengan mudah mendapatkan gadget dan mengakses media sosial. Oleh karena itu, masyarakat terutama kalangan muda jangan sampai menjadi korban atau bahkan pelaku penyalahgunaan media sosial.

“Supaya tidak ada anak-anak yang menjadi korban penyalahgunaan media sosial, apalagi menjadi pelaku atau tidak bijak dalam bermedia sosial, ini untuk pencegahan,” jelas Ida yang juga menjabat sebagai Kapolsek Bagelen tersebut.

Diungkapkan, masyarakat harus ekstra hati-hati dalam berkomentar di media sosial, dan juga tidak boleh mudah terpancing oleh konten-konten di media sosial. “Kita harus pahami manfaat dan kerugian dari penggunaan media sosial tersebut. Kita juga tidak usah menerima atau menyebarkan berita-berita hoaks yang saat ini marak, harus hati-hati, jangan sampai kita jadi korban penipuan online juga,” ungkapnya.

AKP Ida menambahkan, dalam program ini Polres Purworejo menerjunkan puluhan personel yang diterjunkan di beberapa sekolah yang ada di Purworejo.

“Setiap sekolah 10 personel, hari ini kegiatannya di SMK TKm dan SMA 6, lalu juga ada di SMP 26 dan di SD Jatiwangsan, itu dalam satu hari. Selain ini ada juga donor darah, vaksinasi Covid-19, bakti religi di masjid agung, gereja, klenteng lalu dilanjutkan dengan bakti sosial pembagian makanan,” tandasnya.

Kepala SMK TKM Tamansiswa Ki Gandung Ngadina mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh para Polwan di Kabupaten Purworejo. Menurutnya, materi yang diberikan dalam program kali ini bisa menjadi salah satu pendidikan karakter bagi siswa.

“Sehingga akan memberikan dampak positif bagi para siswa di sekolah kami. Karena siswa kami ini semua hampir menggunakan gadget, karena pelajaran ada yang daring otomatis anak menggunakan HP semua, jadi materi bijak bermedia sosial ini sangat penting,” terangnya.

Ditambahkan, untuk peserta yang mengikuti program kali ini ada sekitar 100 siswa. Peserta terdiri atas perwakilan siswa setiap kelas dan para pengurus OSIS.

“Ada ketua dan wakil ketua kelas ada 60, yang 40 dari pengurus osis, diharapkan nantinya perwakilan kelas dapat menyebarkan kepada teman-teman di kelasnya masing-masing,” pungkasnya. (top)