Komunitas Tionghoa Wonosobo Sumbang Freezer Penyimpanan Plasma Konvalesen

BIOMEDICAL. Serah terima Freezer Biomedical dilakukan di pendopo bupati wonosobo, dari Ketua Tionghoa kepada Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kabid P2KP, Ketua PMI Wonosobo dan perwakilan rumah sakit.
BIOMEDICAL. Serah terima Freezer Biomedical dilakukan di pendopo bupati wonosobo, dari Ketua Tionghoa kepada Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kabid P2KP, Ketua PMI Wonosobo dan perwakilan rumah sakit.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Komunitas Tionghoa Wonosobo menyumbang freezer penyimpanan plasma konvalesen. Bantuan tersebut untuk mendukung upaya pengobatan terhadap pasien covid-19, utamanya terapi donor plasma.

“Dari informasi yang kita terima, ada kebutuhan dari tenaga kesehatan, alat  untuk menyimpan plasma konvalesen, sehingga kami berinisiatif menyumbang alat tersebut,” ungkap Ketua Komunitas Tionghoa Wonosobo, Narto.

Serah terima freezer biomedical dilakukan di pendopo Bupati Wonosobo, dari Ketua Tionghoa kepada Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kabid P2KP, Ketua PMI Wonosobo dan perwakilan rumah sakit.

Menurutnya, dana pembelian freezer untuk menyimpan darah plasma itu berasal dari iuran anggota komunitas. Pihaknya berharap, alat tersebut bisa bermanfaat untuk penanganan pasien covid 19 di Kabupaten Wonosobo.

“Kita berharap alat ini bisa bermanfaat untuk membantu penanganan pasien covid 19, yang belakangan kasus terus mengalami kenaikan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengucapkan terima kasih. Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu penanganan pasien covid 19, utamanya yang membutuhkan terapi plasma konvalesen.

“Kita memang belum memiliki alat penyimpanan darah plasma konvalesen, dengan bantuan tersebut, alat semakin lengkap,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Wonosobo sedang melakukan pengadaan untuk alat atau mesin untuk mengolah darah plasma konvalesen, sebab selama ini proses pengambilan dan pengolahan dilakukan di PMI Banyumas.

“Untuk alatnya sudah kita pesan, belum datang, masih proses, dan freezer bantuan ini semakin melengkapi,” ucapnya.

Pihaknya mengaku apresiatif terhadap komunitas atau paguyuban yang ada di Wonosobo. Semakin aktif dalam kegiatan tolong menolong, saling bantu dan saling menguatkan di tengah pandemi, sehingga memberikan rasa optimis kepada semua orang.

“Ini wujud semangat gotong royong warga Wonosobo, dari semua kalangan, bicara kemanusiaan memang tidak melihat agama, ras, suku atau partai,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Sempat Ditolak Warga, Pembongkaran Median Jalan di Pertigaan Pasar Berlanjut

Sedangkan Kabid P2KP, DR Jaelan mengemukakan bahwa bantuan freezer dari komunitas Tionghoa sangat dibutuhkan sebab dari spesifikasi nya memang dibutuhkan. Freezer yang memiliki kemampuan suhu hingga minus 40 derajat, dan kapasitas diatas 500 liter.

“Ini sudah sangat memenuhi syarat, sebab yang kita butuhkan minimal minus 30 derajat untuk penyimpanan darah konvalesen. Ini sudah lebih, untuk sementara kita bisa nyetok darah,” katanya.

Menurutnya, Komunitas Covid Ranger, yaitu kelompok penyintas yang siap mendonorkan darahnya untuk terapi plasma konvalesens di Wonosobo cukup tinggi, bahkan sudah ada 150 orang.(gus)