Kompetisi Liga 1 dan 2 Berakhir, Pecinta Bola Wonosobo Kembali Pertanyakan Stadion

PSSI. Piala juara pertama Liga 1 diserahkan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Wakapolres Kompol Andy Setyo Wibowo dan Ketua Umum Askab PSSI Wahyu Lembusuro Nugroho.
PSSI. Piala juara pertama Liga 1 diserahkan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Wakapolres Kompol Andy Setyo Wibowo dan Ketua Umum Askab PSSI Wahyu Lembusuro Nugroho.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kompetisi liga 1 dan 2 di yang dihelat Askab PSSI Wonosobo resmi berakhir, menyusul digelarnya final liga satu di Lapangan Desa Jlamprang Leksono kemarin. Sepak bola Wonosobo diharapkan terus maju dan berkembang.

Kompetisi sepakbola resmi di bawah naungan Askab PSSI Wonosobo dihelat sejak pertengahan bulan Juni 2022, menggunakan dua lapangan terpisah. Yaitu, lapangan Desa Sindupaten Kecamatan Kertek dan Lapangan Desa Jlamprang Kecamatan Leksono. Total kesebelasan yang ikut dalam pertandingan tersebut sebanyak 32 tim. Masing-masing liga diikuti oleh 16 tim.

Pelaksanaan kompetisi disambut meriah dan antusias oleh masyarakat Wonosobo, animo masyarakat sangat tinggi. Hal itu terlihat dari setiap agenda pertandingan, kedua lapangan dibanjiri oleh suporter pendukung maupun masyarakat umum.

Namun dalam pelaksanaan kompetisi tidak berjalan mulus, sejumlah insiden kekerasan mewarnai sejumlah pertandingan. Salah satunya penganiayaan wasit oleh suporter serta pengeroyokan suporter terhadap aparat keamanan dan panitia. Kompetisi sempat dihentikan.

Kejadian tersebut menjadi masyarakat pecinta sepakbola di Wonosobo mendorong pemkab untuk segera memiliki stadion sepak bola, agar mampu menekan kasus kekerasan dalam pelaksanaan kompetisi.

Kompetisi akhirnya bisa diselesaikan pada pertengahan Agustus 2022, ditandai dengan pertandingan final liga 1 antara Ronggolawe FC bertemu tim Ankel FC Wonokasihan kemarin sore (14/8) di Lapangan Desa Jlamprang Leksono. Dalam pertandingan itu,  Ronggolawe FC berhasil meraih juara pertama setelah menekuk tim lawan dengan skor meyakinkan 3-1.

Sebelumnya, dalam pertandingan final kompetisi liga 2 di Lapangan Sindupaten Kecamatan Kertek, Perseka Kalianget berhasil meraih gelar juara 1. Laskar Klonyom -julukan untuk Perseka- berhasil menggondol penghargaan bergengsi tersebut setelah dalam derby final berhasil menyingkirkan Arepa Pagerkukuh dengan skor telak 4-1.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan bahwa event resmi sepak bola kasta tertinggi di Wonosobo telah berlangsung aman, lancar dan sukses. Semua itu, tentu tak lepas dari kerja keras panitia, peserta dan pecinta sepakbola di Wonosobo. Sepakbola ternyata mampu menghibur masyarakat.

“Kompetisi telah berjalan dengan baik, meski ada kekurangan, perlu dilakukan evaluasi, yang penting keberanian untuk menggelar dan menaikkan semangat pecinta sepakbola di Wonosobo,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Wonosobo sangat antusias dengan sepak bola. Bahkan menjadi salah satu tontonan favorit warga yang tinggal di kaki Gunung Sindoro dan Sumbing. Kedepan peningkatan kualitas harus terus dikawal.

Sementara itu, Ketua Askab PSSI Wonosobo, Wahyu Lembu Suro Nugroho menambahkan akan terus mengembangkan dunia sepakbola di daerahnya. Keberhasilan pagelaran Liga 1 dan Liga 2 menunjukan jika sepakbola di Wonosobo ke depan bisa maju dan semoga dapat meraih prestasi di level yang lebih tinggi lagi.

“Jadikan sepak bola untuk ajang meraih prestasi. Tunjukan bahwa dunia sepak bola juga bisa menghibur sekaligus menyatukan masyarakat. Kami akan terus mentradisikan kompetisi dan turnamen sepakbola resmi secara rutin,” pungkasnya. (gus)