Komisi IV DPRD Purworejo Investigasi Kasus Kematian Janin di RSUD. Keluarga Pasien Bantah Telah Minta Maaf

KROSCEK. Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo saat melakukan kroscek ke keluarga pasien di Desa Mlaran. (Foto lukman)
KROSCEK. Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo saat melakukan kroscek ke keluarga pasien di Desa Mlaran. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Keluarga Sri Wasiyati (39), seorang pasien yang janinnya meninggal akibat layanan dari RSUD dr Tjitrowardojo yang dikeluhkan kurang mengenakkan membantah telah mengakui salah dan meminta maaf kepada pihak RSUD pasca kejadian tersebut.

Hal itu disampaikan warga Desa Mlaran Kecamatan Gebang Purworejo itu saat rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo melakukan kroscek ke pihak keluarga pasien, di desa setempat, Kamis (3/2).

Kunjungan Komisi IV ke rumah keluarga pasien tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD, Muhamad Abdullah dengan anggota Reko Budiono, Nur hidayat dan Berliando. Turut mendampingi anggota DPRD Dapil VI Luhur Pambudi.

Muhammad Abdullah mengemukakan, pihaknya telah mengumpulkan informasi dari pihak keluarga melalui kroscek oleh Komisi IV DPRD Purworejo. Kroscek ini dalam rangka untuk menindaklanjuti keterangan yang disampaikan direktur RSUD Dr Tjitrowardojo dalam klarifikasi rumah sakit kepada Komisi IV.

“Beberapa informasi yang disampaikan RSUD beberapa waktu lalu disangkal oleh perwakilan keluarga, artinya masih ada hal yang harus dikroscek dengan menghadirkan antar pihak (kedua belah pihak),” ungkapnya.

Disampaikan, bahwa saat ini yang bersangkutan yakni Sri Wasiati belum dapat memberikan keterangan karena masih sakit dan dirawat di rumah sakit.

“Saat ini ibu Sri Wasiati kembali dirawat karena sakit, oleh karena itu kita tunggu beliau sembuh untuk meminta keterangan secara langsung,” sebutnya.

Saat ini, kata Abdullah, pihaknya melakukan investigasi secara intensif mengenai peristiwa ini dan nantinya hasil investigasi tersebut akan disampaikan.

“Pada saatnya Komisi IV akan memyampaikan hasil investigasinya,” tandasnya.

Srisusiyanto (42), kakak Sri Wasiati, menyampaikan, bahwa pemberitaan terkait pihak keluarga minta maaf ke RSUD itu tidak pernah ada.

“Tidak benar. Kami tidak pernah ada kalimat meminta maaf ke pihak RSUD, yang ada hanya pihak puskesmas bidan desa ditemani pak lurah datang ke rumah dan meminta maaf kepada pihak keluarga,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, meninggalnya janin tersebut dipermasalahkan oleh pihak keluarga sehingga sempat dilakukan penggerudukan oleh pihak keluarga dan warga beberapa waktu lalu, karena pihak rumah sakit dinilai lamban dan arogan dalam melayani pasien Sri Wasiati.

Peristiwa tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Komisi IV DPRD dengan melakukan pemanggilan terhadap rumah sakit untuk memberikan klarifikasi. Dalam klarifikasinya, pihak rumah sakit mengatakan bahwa pihak keluarga telah meminta maaf kepada pihak rumah sakit secara lisan atas kegaduhan yang terjadi. (luk)