Komisi II DPRD Purworejo Pergoki Praktik Pungli Uji KIR

SIDAK. Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo saat melakukan sidak di Dinas Perhubungan Purworejo, kemarin. (Foto lukman)
SIDAK. Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo saat melakukan sidak di Dinas Perhubungan Purworejo, kemarin. (Foto lukman)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo berhasil memergoki praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum petugas lapangan uji Kir di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purworejo. Temuan tersebut didapati saat anggota Komisi II melakukan inspeksi mendadak (sidak), kemarin.

Ketua Komisi II DPRD, Tunaryo mengungkapkan, sidak dilakukan atas dasar banyaknya keluhan dari para sopir atas tindakan oknum Dishub yang kerap meminta sejumlah uang saat proses uji Kir atau uji berkala kendaraan. Kepada Komisi II, sopir megaku bahwa dimintai sejumlah uang oleh petugas.

“Banyak keluhan yang masuk ke kami (Komisi II) terkait pungli. Besaranya berbeda ada yang diminta Rp10.000 dan nominal lain. Setelah kita sidak, ternyata pihak Dishub mengakui bahwa setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya pungli yang dilakukan oleh oknum petugas lapangan,” kata Tunaryo di sela-sela sidak.

Pihaknya menyayangkan mengapa praktik pungli terjadi, pemerintah yang seharusnya membela kepentingan masyarakat, justru mempermainkan dan menyusahkan masyarakat. Terlebih ditengah situasi ekonomi yang tengah sulit akibat pandemi Covid-19.

Mendapati hal itu, Tunaryo dengan tegas meminta agar praktik pungli yang selama ini berjalan untuk segera diberangus, ditiadakan. Ia tidak ingin masyarakat terbebani hanya karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami tidak ingin lagi mendengar besok ada keluhan atau laporan dari masyarakat masih ada praktik pungli di Dishub. Kasian para sopir, ditengah ekonomi yang sulit masih saja ditarik pungli,” tegas Bendara Umum PDI Perjuangan ini.

Jika masih ditemukan pungli, kata Tunaryo pihaknya tidak segan-segan membawa masalah ini ke ranah hukum. Pasalnya praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, melainkan juga melanggar hukum.

“Kalo memang besok ditemukan masih ada pungli akan kita bawa ke ranah hukum, karena itu juga sudah pidana,” imbuh Tunaryo.

Artikel Menarik Lainnya :  25 Produk Inovatif Bersaing dalam Lomba Krenova Purworejo 2021

Sementara itu, Kabid Pengujian Kendaraan dan Perbengkelan Dishub, Wahyudi mengungkapkan bahwa sudah saatnya sistem uji kir yang selama ini berlangsung untuk segera dibenahi agar tidak terjadi lagi praktik pungli. Ia mengaku telah menggeser petugas lapangan yang diduga melakukan pungli.

“Harapan kami, kami dan teman-teman tidak ada kontak terkait keuangan. Termasuk retribusi langsung dengan bank. Kemarin begitu kita dengar adanya pungli kami undang, kami tanya dan temen yang menangani sudah kita pindah,” tegas. (luk)