Kolaborasi Mantan Pendidik, Siap Bawa Wonosobo Lebih Punya Daya Saing

DILANTIK. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo terpilih, hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020, Afif Nurhidayat dan Muhamad Albar, Jumat (26/2) resmi dilantik.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo terpilih, hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak Tahun 2020, Afif Nurhidayat dan Muhammad Albar, Jumat (26/2) resmi dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di tengah pandemi covid, pelantikan digelar secara daring (online) di Pendopo Kabupaten.

Kedua sosok murah senyum itu, melanjutkan kiprah di lembaga eksekutif, setelah sebelumnya berduet di gedung wakil rakyat DPRD Kabupaten Wonosobo sebagai Ketua dan wakil Ketua. Dari pengalaman kolaborasi di legislatif tersebut, banyak pihak optimis keduanya akan mampu bersinergi memimpin Kabupaten di tengah pulau Jawa, secara solid demi merealisasikan visi mereka. Yaitu, Mewujudkan Wonosobo yang Mewujudkan Wonosobo yang Berdaya Saing, Maju dan Sejahtera.

H Afif Nurhidayat, S.Ag adalah pria kelahiran Wonosobo 51 tahun lalu, dan lama berkiprah sebagai politisi melalui Partai PDI Perjuangan. Karirnya di Partai berlambang Banteng moncong putih tersebut dimulai pada tahun 2000 silam, sebagai Sekretaris DPC hingga tahun 2010.

Bapak dua anak tersebut kemudian dipilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Wonosobo pada periode 2010-2015, kemudian berlanjut hingga Periode 2015-2020, dan 2020-2025. Maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah bukan hal baru bagi suami dari Dyah Retno Sulistyawati itu, karena pada tahun 2010 ia juga pernah maju sebagai Calon Wakil Bupati bersama Azis Subekti.

Baca Juga
Diskusi dengan Wartawan, Bupati Wonosobo Minta Wartawan Tak Sungkan Sampaikan Kritik

Pada pilkada yang diikuti 5 Paslon tersebut, pasangan Azis Afif (AAF) yang diusung PAN dan PDIP harus mengakui keunggulan Cabup Bupati petahana, Kholiq Arif dan Maya Rosida. Afif lantas melanjutkan kiprah sebagai legislator hingga kemudian diangkat sebagai Ketua DPRD sejak Tahun 2011, hingga akhirnya harus mengundurkan diri usai ditetapkan sebagai calon bupati pada November 2020 lalu.

Artikel Menarik Lainnya :  Diamuk Si Jago Merah, Rumah Milik Lansia di Dieng Jadi Abu

Keputusan untuk maju sebagai Bupati Wonosobo, diakui mantan guru di MTs Ma’arif Selomerto dan Dosen di Akademi Keperawatan itu, bukan perkara mudah untuk diambil. Ia berupaya keras untuk menggalang dukungan banyak pihak, termasuk partai-partai politik di Kabupaten Wonosobo untuk bersedia bergabung dalam koalisi besar bersama PDIP dan PKB.

Hingga medio  Juli 2020, dalam sebuah kesempatan wawancara dengan pers, Afif mengaku masih berkoordinasi intensif dengan partai-partai seusai dirinya resmi mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.

“Meskipun keputusan ada di tingkat pusat, tetapi komunikasi di tingkat provinsi dan kabupaten terus kami lakukan karena kami berupaya membangun koalisi besar, semua partai diajak untuk menjalani proses berbasis kebersamaan,” tuturnya.

Pada akhirnya, sebanyak 7 partai politik, yaitu PDIP, PKB, PAN, Partai Nasdem, Demokrat, Hanura, dan Golkar bergabung mengusung duet Afif – Albar. Dalam perhelatan kontestasi Pilkada serentak 2020, tidak ada kandidat lain yang masuk bursa, sehingga KPU menetapkan lawan keduanya adalah Kotak Kosong. Meraih 269.768 suara, atau 63,72% pasangan AA akhirnya ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Wonosobo, melalui Surat Keputusan KPU Nomor 015/PL.02.7-Kpt/3307/KPU-Kab/I/2020.

Sementara, Wakil Bupati terpilih, Drs H Muhammad Albar, M.M adalah politisi PKB kelahiran Wonosobo, bulan Mei Tahun 1965. Karir politiknya dimulai pada Tahun 1998 sebagai Sekretaris PAC PKB, kemudian naik sebagai sekretaris DPC PKB Kabupaten Wonosobo pada Tahun 2000 sampai 2005.

Pada Tahun 2005 pria yang akrab disapa Gus Albar itu dipilih sebagai Wakil Ketua DPC sampai Tahun 2010, dan berlanjut pada jabatan Ketua DPC mulai 2011 hingga saat ini. Dalam karirnya sebagai legislator pun, Gus Albar terhitung mulus, hingga terpilih sebagai Wakil Ketua DPRD pada Tahun 2014 hingga 2019, dan berlanjut pada periode 2019-2024 sebelum kemudian mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai Calon Wakil Bupati Wonosobo.

Artikel Menarik Lainnya :  BPS dan Diskominfo Wonosobo Gagas Layanan Data Terpadu Online

Sebelum menjalani karir sebagai politisi, Gus Albar juga pernah mengenyam jabatan sebagai Kepala Sekolah di MTs Maarif Kejajar, tempat kelahirannya. Termotivasi mencalonkan diri sebagai wakil bupati lantaran ingin mengabdikan diri untuk melayani Masyarakat, alumni IAIN Walisongo tersebut mengaku siap menjalankan tugas-tugasnya demi mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju dan sejahtera.

“Saya siap lahir batin untuk mengemban amanah rakyat Wonosobo sebagai Wakil Bupati wonosobo Masa Bakti 2021-2026,” kata Albar. (gus)