KOIN Bantah Isu Pengagunan Sertifikat Tanah Milik Mitra, Dalam Program Ngingu Domba

CEK. Pengurus KOIN mengecek kondisi kandang yang akan segera diisi domba, 
CEK. Pengurus KOIN mengecek kondisi kandang yang akan segera diisi domba, 

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO– Koperasi UMKM Indonesia (KOIN) Kabupaten Purworejo diterpa isu negatif terkait pelaksanaan program Ngingu Domba. Santer beredar kabar bahwa KOIN telah mengagunkan sejumlah sertifikat tanah milik warga yang hendak menjadi mitra kerja sama.

Menanggapi isu tersebut, Direktur Kemitraan KOIN, Moh Ali Rif’an, menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan menjurus ke fitnah. Menurutnya, KOIN tidak pernah menjadikan sertifikat sebagai agunan ke bank selama masa kontrak.

“Sertifikat kita simpan di safety box di kantor, jika ingin dicek kami persilakan. Dijamin selama kontrak lima tahun aman,” kata Ali, Senin (3/8).

Dijelaskan, dalam pelaksanaan kontrak kerja sama, mitra atau pemilik kandang memang harus menyerahkan sertifikat tanah saat pengisian domba. Namun, sertifikat belum wajib diserahkan jika kandang belum terisi dommba.

“Ada juga yang sudah menyerahkan sertifikat, karena mereka ingin lebih dulu dibangun kandangnya dan sudah terealisasi,” jelasnya.

Salah satu HRD KOIN, Mardiyan, mengungkapkan bahwa KOIN memiliki program bagi mitra yang masih menggunakan Letter C atau Akta Jual Beli (AJB) dikembalikan dalam bentuk sertifikat tanpa dipungut biaya.

“Akan tetapi mitra harus mengajukan permohonan ke kami,” ungkap Mardiyan.

Mengenai pengisian domba yang direncanakan awal Agustus, terpaksa ditunda lagi karena kondisi kandang belum sempurna. Hingga saat ini, sudah ada 7.000 calon mitra dengan pengajuan 10.000 kandang yang mendaftar, tetapi belum tentu semua disetujui. Pasalnya terkait dengan asuransi dan keadaan tanah yang akan didirikan kandang.

Baca Juga
Polisi Bekuk Sepuluh Tersangka Curanmor, Selama Operasi Sikat Jaran Candi

“Sudah 600 kandang di 14 kecamatan berdiri, tinggal penyempurnaan. Suplier domba juga sudah ready. Jadi mitra tidak perlu khawatir,” ungkap Mardiyan.

Artikel Menarik Lainnya :  Polemik Hotel Vs SD Sebomenggalan Temukan Titik Tengah

Senada dengan Mardiyan, Direktur Budidaya, drh Ismangil Antarusmara mengatakan bahwa banyak kandang belum ada tempat makan dan minum serta tempat pengumpulan urine dan kotoran domba.

“Kontraktor (pembangunan kandang)  masih fokus bangunan kandangnya. Sebenarnya kontraktor sudah diberi gambaran bentuk dan kelengkapannya. Tetapi memang, tempat makan dan minum termasuk paling sulit dalam konstruksi kandang,” jelas Ismangil.

Target  200 kandang lengkap dan terisi hingga awal  Bulan September 2020 bisa terealisasi.

“Kami akan segera  audit kandangnya, seandainya diisi domba bagaimana kekuatan kandang tersebut. Domba akan kami kirimkan bertahap tiap bulan untuk mengamankan stok panen bulanan,” tandasnya.

Salah satu mitra KOIN, Eny Kustiasih, warga Desa Girirejo Kecamatan Ngombol mengaku bahwa kandangnya sudah dibangun dan tinggal menunggu domba datang. Ada 5 kandang yang bakan dikelolanya.

“Saya percaya kalau KOIN profesional. Isu-isu yang berkembang itu mungkin karena domba nggak datang-datang jadi mereka menduga-duga sendiri,” ujarnya. (top)