KNPI Sesalkan Anak dan Remaja Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

RUSUH. Petugas amankan remaja peserta unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, yang diduga berbuat rusuh saat unjuk rasa tersebut berakhir.
RUSUH. Petugas amankan remaja peserta unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, yang diduga berbuat rusuh saat unjuk rasa tersebut berakhir.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Magelang prihatin dengan aksi demo menolak UU Cipta Kerja di Jalan Mayjend Bambang Soegeng Magelang yang melibatkan remaja dan anak-anak, Jumat (9/10/2020). Aksi yang awalnya kondusif, namun berakhir dengan aksi anarkis. Bangunan pemerintah rusak. Mirisnya lagi mayoritas massa anarki tersebut usianya masih belia.

“Kami prihatin dengan aksi unjuk rasa yang melibatkan remaja dan anak-anak, dikarenakan bukan kapasitas mereka untuk menolak UU Cipta Kerja, yang isu nya merugikan kaum buruh. Karena yang kami khawatirkan remaja dan anak-anak tersebut ditunggangi kepentingan oleh kelompok tertentu, dan demo tersebut bukan murni keinginan remaja atau anak-anak itu sendiri,” ucap Wakil Ketua KNPI Kabupaten Magelang, Ferry Endrian, S.Pd.

Ferry mengatakan, UU Cipta Kerja sudah melalui proses yang panjang, untuk menjadi sebuah undang-undang. Adapun materi undang-undang tersebut belum tentu dipahami sepenuhnya oleh para peserta unjuk rasa. Hal itu menjadi rawan ditunggangi kepentingan.

Baca Juga
Diduga Ren Blong, Truk Tabrak Rumah Warga, Sopir Meninggal

“Saya yakin pengunjuk rasa dengan usia belia tersebut belum tentu paham betul tentang UU Cipta Kerja. Dan undang-undang tersebut telah melalui proses yang panjang, sehingga apabila ada ketidaksuaian maka bisa diajukan ke Makamah Konstitusi, tidak harus demo yang anarkis,” papar Ferry.

Ia berpesan agar orang tua mengawasi aktifitas anak mereka, agar tidak merugikan diri anak tersebut dan orang lain.

Sementara, Kapolres Magelang AKBP Ronald A. Purba, S.I.K., M.Si, mengatakan, dalam pengamanan aksi unjuk rasa tersebut, menerjunkan 614 personil Polres Magelang, ditambah Brimob 75 personil dan Polda 75 personil.

Menurut Ronald, terkait dengan pendemo bayaran, pihaknya belum menemukan informasi hal tersebut, namun untuk remaja dan anak-anak yang turut berunjuk rasa berasal dari Magelang.

“Anak-anak Magelang sebagian besar, belum ada info jika mereka dibayar dalam unjuk rasa ini,” ungkap Ronald.(cha)