Kisah Sedih Ibu Trimah asal Magelang yang di Titipkan Anak-anaknya ke Panti Jompo…

Kisah Sedih Ibu Trimah asal Magelang yang di Titipkan Anak-anak nya Ke Panti Jompo…
Foto: Isnandi (61), adik kandung Bu Trimah

BOROBUDUR, MAGELANGEKSPRES.COM – Sempat viral, tiga orang anak yang menitipkan Ibu kandungnya ke Griya Lansia Husnul Khatimah di Malang, Jawa Timur.  Peristiwa tersebut membuat khalayak menyayangkan karena dinilai tidak etis dalam memperlakukan Ibu kandung.

Peristiwa berawal dari tiga orang anak yang sepakat menitipkan Ibu kandung mereka, yaitu Ibu Trimah asal Magelang ke griya tersebut.

Salah satu keluarga Ibu Trimah, Isnandi (61) yang merupakan adik kandung Bu Trimah, membenarkan Ibu Trimah adalah kakak tertuanya. Mereka tiga bersaudara, dan Isnandi adalah anak kedua.

“Sebelumnya semua tinggal di Brongsongan Borobudur, dan kakak saya Trimah sempat tinggal di Jakarta. Kemudian pulang bersama suami serta anaknya ke rumah Tegalarum. Mereka sempat tinggal di sana dulu.

Dan Ibu Trimah kembali ke Jakarta lagi. Semenjak itu bertahun-tahun saya tidak pernah bertemu,” terang Isnandi yang saat ini bertempat tinggal di Brongsongan Wringinputih Borobudur.

Usai bertahun-tahun tidak ketemu Ibu Trimah, kemudian pada awal September 2021 lalu Ibu Trimah diantar ke rumahnya oleh anak-anaknya. Yang mana saat tiba di Magelang, kata Isnandi kondisi Ibu Trimah sudah dalam kondisi sakit stroke.

“Kakak saya diantar anak-anaknya ke rumah saya dan saya suruh merawat. Ibu Trimah tidak bisa jalan. Selama lima hari saya angkat sendiri kok lama-lama berat, terus saya minta anak saya untuk mencarikan kursi roda,” terang Isnandi.

Kendati menerima Ibu Trimah, Isnandi yang bekerja sebagai motir bengkel di rumahnya ini mengaku berat mengasuh kakaknya seorang diri.

“Karena saya di sini hidup sendiri, saya rembugan untuk saling membantu. Tetapi yang bersangkutan (anak Ibu Trimah) sampai beberapa waktu nggak ada solusi, tidak ada bantuan, saya tidak bisa. Kemudian, dia yang berada di Jakarta saya kabari lagi, seumpama pulang nanti saya serahkan kepada anaknya,”  ungkap Isnandi.

Artikel Menarik Lainnya :  Sadarkan Masyarakat Pakai Masker, Polisi Bawa Gatot Kaca

Ibu Trimah sempat dirawat Isnandi selama 40 hari sampai tanggal 28 Oktober 2021. Kemudian dijeput oleh anaknya kembali.

“Saat itu anaknya datang untuk menjemput Ibu Trimah. Bilangnya hanya mau dibawa ke rumah anaknya yang lain di Pekalongan,” terang ayah dengan empat orang anak ini.

Kemudian berselang beberapa hari, Isnandi kaget ada tetangganya yang mengabarkan kakaknya, kisahnya viral di media sosial.

“Selang satu atau dua hari setelah kakak saya diambil anaknya, saya baru tahu kalau dibawa ke Panti Jompo itu. Saya saat itu juga kaget kok bisa-bisanya,” tutur Isnandi.

Menanggapi hal tersebut, Isnandi merasa terharu dan sedih. Mau bagaimanapun Ibu Trimah adalah saudaranya.

“Seumpama dulu bilang mau dibawa ke Panti Jompo ya saya kasih saran. Namanya saja keluarga. Harus ada kesepakatan. Kalau cuma pasrah saja, saya merasa keberatan karena tidak ada apa-apa. Jika dikasih apa-apa, meniko tanggungjawab. Kemarin cuman titip,” paparnya.

Ditanya hubungan antara anak dan ibu Trimah, Isnandi menjadi kurang mengetahuinya, dikarenakan mereka tinggal di Jakarta. Terkait viralnya kabar tersebut, Isnandi hanya sambil menyeka air mata menjawab dengan nada sedih.

“Ya rasanya kok tega. Anak dengan orang tua kok sampai segitunya. Sama sekali tidak ada tanggung jawab. Melihat surat yang tanda tangan materai berisi sampai meninggal dunia di sana, jadi bayangan saya sendiri seandainya seperti itu juga pasti sakit,” ungkapnya.(cha)