Ketua PMII Purworejo: Indonesia Sudah Sukses Sebagai Negara, Tapi Belum Sebagai Sebuah Bangsa

Ketua PMII Purworejo: Indonesia Sudah Sukses Sebagai Negara, Tapi Belum Sebagai Sebuah Bangsa.

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sejumlah  Anggota DPRD Jateng yang hadir di Purworejo bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah dicecar mahasiswa soal penyelesaian kasus Wadas oleh mahasiswa. Hal itu terjadi pada kegiatan seminar Penguatan dan Pengembangan Ideologi Pancasila.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Purworejo Satrio Tegar Imani memaparkan bahwa Indonesia sudah bisa dikatakan sukses sebagai sebuah negara, namun belum sebagai sebuah bangsa. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya konflik-konflik antar suku, golongan, agama, bahkan antar tetangga. Pihaknya  juga mempertanyakan terkait persoalan Desa Wadas di Purworejo yang sudah bertahuan-tahun sampai sekarang masih terjadi.

“Di Purworejo persoalan semacam itu nyata terjadi dan sudah bertahun-tahun belum bisa terselesaikan dan belum ada satu kata mufakat sampai hari ini yaitu persoalan Tambang di Desa Wadas sebagai penyokong Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendung Bener bahkan beberapa kali benturan antar masyarakat maupun benturan antara masyarakat dengan aparat keamanan tidak dapat terelakkan,” katanya.

Satrio menambahkan pihaknya berharap agar para wakil rakyat dapat memberikan solusi atas persoalan tersebut agar kegiatan yang dilakukan bersama lintas organisasi tidak hanya sebagai formalitas belaka. Selama ini PMII sebagai organisasi mahasiswa turut prihatin atas persoalan masyarakat yang tak kunjung menemui titik temu tersebut.

“Saya kira dalam forum ini, yang dihadiri langsung oleh wakil rakyat Jawa Tengah pembahasan seperti itu perlu kita diskusikan bersama agar tujuan ideal kegiatan ini yang berorientasi pada persatuan dan kesatuan dapat tercapai,” katanya.

Kegiatan yang di gelar di Aula Kelurahan Mranti dengan mengangkat tema Merawat Kebhinekaan Menjaga NKRI pada Senin (08/11/2021). Turut mengundang belasan organisasi di wilayah Kabupaten Purworejo dan menghadirkan lima narasumber dari Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah antara lain Kholik Idris SH, SE, MSI, Isnaeni, H Wakhid Jumali Lc, H Tri Mulyantoro SH, H Sururul Fuad Lc MEI.

Artikel Menarik Lainnya :  Mayat Mengapung di Kali Bogowonto Gegerkan Warga Dua Desa di Purworejo

Sementara itu Isnaeni dan Kholik Idris, dua narasumber yang juga dari Dapil 9 Kabupaten Purworejo, Wonosobo, dan Temanggung mengungkapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu pekerja Proyek Bendungan Bener akibat kecelakaan kerja yang baru saja terjadi.

“Berkaitan dengan Proyek Bendungan Bener memang sampai sekarang belum adanya titik temu dari permasalahan-permasalahan yang ada. Sangat disayangkan sekali jika sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan hal tersebut untuk memecahbelah masyarakat ketika di sisi lain ada rakyat yang gigih memperjuangkan hak-hak mereka. Perjuangannya sudah sejauh ini jangan sampai ada yang mengatasnamakan rakyat namun senyatanya tidak. Iya kita tahu setiap kebijakan apapun pasti ada pro dan kontranya, kami berharap para mahasiswa dan organisasi-organisasi pergerakan dapat secara objektif melihat permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kehidupan masyarakat.” katanya.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah diwakili Bambang Sadyo Hastono MH yang sekaligus menjadi Kepala Kesbangpol Kabupaten Purworejo dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan seminar ini merupakan program yang dilakukan dalam rangka menanamkan nilai-nilai pancasila, semangat kebangsaan, serta menumbuhkembangkan sikap nasionalisme para pemuda-pemuda di purworejo.

“Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam pengawalan wawasan kebangsaan, kami mengundang organisasi-organisasi di seluruh Purworejo terkhusus organisasi-organisasi kepemudaan, karena kami melihat bahwa anak muda sangat diperlukan untuk ikut berkontribusi memecahkan solusi kebangsaan apalagi berkaitan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. Sehingga memang wajar bahwa anak mudalah yang nantinya akan mewarisi dan meneruskan keutuhan bangsa ini,” tandasnya. (luk)