Ketua DPRD : Karnaval Pembangunan Tidak Digelar, Tapi Festival Getuk Kenapa Boleh?

KARNAVAL. Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno menyangsikan peniadaan karnaval pembangunan di tengah euforia masyarakat yang memuncak merayakan HUT RI tahun ini. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
KARNAVAL. Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno menyangsikan peniadaan karnaval pembangunan di tengah euforia masyarakat yang memuncak merayakan HUT RI tahun ini. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia tahun 2022 di Kota Magelang dipastikan tanpa karnaval pembangunan.

Karnaval ini merupakan seni pertunjukkan kreativitas yang mengangkat semangat maupun euforia yang konsisten digelar di Kota Magelang sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno mengatakan, ketiadaan karnaval pembangunan dengan alasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) cukup realistis. Namun sebaiknya tidak serta merta meniadakan begitu saja.

“Sebaiknya tidak hanya ditiadakan tapi bisa digantikan dengan porsi yang lebih kecil, misalnya di tingkat kelurahan,” kata Budi Prayitno, Kamis (18/8).

Ia mengaku Pemkot Magelang bersikap kurang konsisten. Sebab hanya agenda karnaval pembangunan saja yang diurungkan, sedangkan agenda lain yang mengundang banyak massa tetap berjalan.

“Magelang Expo dan Festival Getuk tetap diadakan, tapi kenapa justru euforia masyarakat merayakan hari kemerdekaan yang tidak digelar,” paparnya.

Padahal jika menyangkut anggaran, DPRD bisa menyematkannya lewat APBD. Namun sejauh ini tidak ada usulan dari Pemkot Magelang.

“Kalau anggaran mestinya bisa dimusyawarahkan dengan dewan. Tapi tidak pernah ada itu (usulan),” jelasnya.

Menurutnya, meski sejauh ini pandemi belum berubah menjadi endemi, tetapi partisipasi masyarakat merayakan HUT Kemerdekaan justru semakin tinggi. Itu dibuktikan dengan banyaknya proposal bantuan kegiatan masyarakat yang dikirim ke DPRD.

Ia mengatakan, banyak sekali proposal permohonan bantuan masyarakat yang hendak menggelar lomba-lomba Agustusan. Hal ini menunjukkan kalau pesta kemerdekaan yang digelar masyarakat merayakan HUT kemerdekaan jauh meningkat dibanding dua tahun sebelumnya.

“Bahkan sekarang pun banyak yang masih mengadakan (agustusan) walaupun agak telat sebenarnya,” katanya.

Sebelumnya, Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz beralasan pihaknya menanggalkan acara karnaval pembangunan karena PPKM level 1 masih berlaku.

Kebijakan tidak menggelar karnaval pembangunan ditengarai masih adanya fluktuasi kasus Covid-19 di Kota Magelang sejak beberapa pekan terakhir.

“Masih PPKM level 1. Tapi kasusnya naik turun, fluktuatif, makanya kita tidak menggelar karnaval besok (HUT RI),” kata dr Aziz. (wid)