Ketangguhan Perajin Tahu Trunan Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

USAHA. Danang Santoso, perajin tahu bulat asal Trunan, Kota Magelang yang kini sukses dengan omset jutaan rupiah. (foto : prokompim kota magelang)
USAHA. Danang Santoso, perajin tahu bulat asal Trunan, Kota Magelang yang kini sukses dengan omset jutaan rupiah. (foto : prokompim kota magelang)

Kampung Tangguh Kota Magelang

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – BISA dikatakan Kampung Tidar Trunan, Tidar Selatan, Magelang Selatan jadi kampung paling produktif di Kota Magelang. Banyak home industri produksi tahu di kampung tersebut yang masih tetap eksis kendati dalam prosesnya para pengusaha acapkali mendapat hadangan dan rintangan soal bahan baku tahu dan tempe yaitu kedelai.

Kampung yang sudah bertahun-tahun dicap sebagai sentra produksi tahu di Kota Magelang ini tak banyak mengalami perubahan sejak dulu. Belasan hingga puluhan tahun, mayoritas warga setempat mengandalkan industri rumahan berupa produksi tahu.

Meski pandemi Covid-19 belum juga berakhir, sentra kerajinan tahu masih tetap bertahan, justru semakin berkembang.

Danang Santoso (39) pemilik usaha tahu bulat di Kampung Trunan, Tidar Selatan tersebut mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Dalam sehari dia bisa memproduksi 1/3 ton tahu.

Usaha yang ia geluti ini tak berhasil begitu saja. Perjalanan penuh hambatan kerapkali dialaminya.

Awalnya, pria tiga anak ini bekerja sebagai buruh pabrik di pengelolaan produk tahu putih selama sepuluh tahun. Dia juga pernah menjadi pedagang keliling.

Berbekal pengalaman yang didapat selama bekerja di pabrik yang lokasinya tak jauh dari tempat tinggalnya, serta kegigihan untuk hidup mandiri, Danang mengawali usahanya pada 2014 dengan mencoba berjualan tahu bulat.

Ia pernah keliling dan mendatangi dari rumah ke rumah. Namun, hal itu justru membut biaya pengeluarannya membengkak. Usaha yang ditekuninya selama dua tahun terpaksa merugi.

”Sampai tahun 2016 saya ingin menyerah, tapi beruntung keluarga saya terus mendukung saya. Bangkit lagi,” ucapnya.

Merintis kembali usaha yang pernah gagal, menjadi pelajaran berharga bagi Danang. Ia kemudian memperbaiki manajemen keuangan sehingga perhitungannya lebih baik.

Artikel Menarik Lainnya :  Butuh Komitmen Bersama, Kasus Stunting di Kabupaten Magelang Terus Turun

Di tahun ketiga, tahun 2017, usahanya pun berangsur membaik. Tahu bulat yang dikelolanya mendapatkan pesanan yang lumayan banyak dari salah seorang pelanggannya.

Dari situ, bisnis tahu bulatnya terus merangkak naik hingga dirinya pun dipercaya menjadi pemasok tahu bulat di dua agen penjualan jajanan pasar di Kota Magelang.

Tak hanya itu, ia juga mempekerjakan orang sekitarnya untuk membantunya memproduksi tahu bulat. ”Yang bekerja di sini hanya keluarga dan tetangga sekitar. Saya hanya mencoba turut membantu warga di sini (Trunan),” katanya.

Kini, dalam sehari dirinya mampu memproduksi sekitar 250 kilogram tahu bulat dengan ukuran besar dan kecil. Untuk ukuran besar dihargai Rp300 per satuannya dan kecil seharga Rp150 per satuannya.

Anggota DPRD Kota Magelang, Muh Harjadi mengaku jika masyarakat Kampung Trunan, memang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai perajin tahu. Ada belasan bahkan puluhan sentra usaha tahu yang masih tetap bertahan, meski pandemi Covid-19 masih melanda.

”Tahu menjadi UMKM andalan di Trunan ini. Usaha ini juga yang masih bertahan, meski pandemi melanda. Bahkan, mampu memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga saya harapkan pemerintah memberi perhatian serius,” tuturnya.

Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menyebutkan bahwa rata-rata UMKM di wilayahnya kini terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dia membuat gebrakan ASN wajib menglarisi produk-produk UMKM.

”Tujuannya supaya usaha kecil pulih kembali, produksinya bertambah. Walaupun pandemi Covid-19, dengan cara ini saya yakin bisa membangkitkan kembali UMKM di Kota Magelang,” tuturnya.

Menurutnya, peran UMKM sangat besar menjadi penggerak roda perekonomian daerah. Terlebih di Kota Magelang yang memiliki 3.000 UMKM berbagai produk.

”Harapannya nglarisi pasar rakyat ini tidak saja dilakukan ASN, tetapi juga masyarakat lain yang mendapatkan gaji. Kita tentu tahu, jika UMKM adalah penggerak ekonomi kerakyatan, yang harus eksis jika ekonomi suatu daerah mau lebih maju lagi,” ungkapnya. (prokompim/kotamgl)

Artikel Menarik Lainnya :  Istri Walikota Magelang Beri Motivasi PKK Bantu Tangani Pandemi