Kerugian Akibat Longsor di Wonosobo Capai Rp380 Juta

RUSAK. Rumah di Desa Somagede Kecamatan Wadaslintang yang mengalami kerusakan setelah muncul tanah ambles dan longsor.
RUSAK. Rumah di Desa Somagede Kecamatan Wadaslintang yang mengalami kerusakan setelah muncul tanah ambles dan longsor.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM Hujan deras dengan intensitas tinggi masih terjadi di Kabupaten Wonosobo. Akibatnya muncul sejumlah titik longsor yang mengakibatkan kerusakan pemukiman, rumah, jalan, lahan pertanian dan juga fasilitas umum lainnya.

“Hujan deras yang memicu longsor di sejumlah kecamatan telah menimbulkan sejumlah kerugian materi, bahkan ada satu desa yang ditaksir mencapai Rp380 juta,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, kemarin.

Menurutnya, Desa Somagede Kecamatan Wadaslintang merupakan salah satu desa yang mengalami longsor akibat dari curah hujan tinggi tersebut. Tanah longsor dan amblas 3 meter sepanjang 50 meter telah memicu kerusakan pada 3 rumah dan jalan desa putus.

“Dusun Kalianget Desa Somagede Wadaslintang ini alami kerusakan parah saat diterpa hujan sehari dengan intensitas tinggi, muncul retakan tanah, tanah longsor dan amblas sepanjang 50 meter dengan kedalaman 3 meter,” bebernya.

Dijelaskan tiga rumah mengalami kerusakan, dan tidak bisa digunakan oleh penghuninya, bahkan kondisi rumah benar-benar hancur, serta penghuni rumah di evakuasi ke rumah saudara terdekat.

Tiga rumah yang rusak parah itu diantaranya miliki Bumin (40 )  dengan jumlah penghuni 4 jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. Budiyono (41) jumlah penghuni 4 jiwa  dengan kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta, dan Nurdin (54) jumlah penghuni 3 jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp 70 juta.

“Sedangkan jalan yang putus kerugian ditaksir mencapai Rp60 juta,” imbuhnya.

Terkait dengan kondisi tersebut, pihak BPBD telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan serta OPD terkait, untuk membantu proses rekonstruksi, rehabilitasi dan pemulihan sedangkan  assessment terhadap kondisi tanah terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.

“Menyikapi kondisi tersebut kita membantu pembersihan material  longsor, asesmen dan koordinasi, kebutuhan mendesak logistik makanana dan material bahan banugnan. Sedangkan untuk jalan yang tidak bisa dilalui telah dibuatkan papan informasi untuk pengalihan jalan sementara,” pungkasnya. (gus)