Keren! Vaksinasi untuk Para Pekerja di Temanggung Capai 98 Persen

Sejumlah pekerja di salah satu perusahaan kayu lapis sedang beraktivitas. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
AKTIVITAS. Sejumlah pekerja di salah satu perusahaan kayu lapis sedang beraktivitas. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Vaksinasi terhadap pekerja di sejumlah perusahaan di Kabupaten Temanggung hingga kini sudah mencapai 98 persen. Persentase tersebut dari jumlah pekerja kurang lebih sebanyak 17.900 pekerja.

“Tinggal 2 persen saja yang belum divaksin, baik dari perusahan besar, menengah dan sedang,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kabupaten Temanggung Agus Sarwono, kemarin.

Menurutnya, 2 persen yang belum divaksin ini bukan karena tidak mau menjalani vaksinasi, namun karena alasan lainnya seperti gangguan kesehatan, tensi tinggi, mempunyai penyakit tertentu dan dalam kondisi hamil.

Dijelaskan, 98 persen capaian vaksinasi ini adalah vaksinasi tahap pertama, sedangkan vaksinasi tahap kedua sampai saat ini masih terus berjalan. Pihaknya berusaha mendorong agar pelaksanaan vaksinasi tahap kedua bisa segera selesai dilakukan.

“Karena kondisi dari kesehatan dari masing-masing pekerja saja, bukan karena alasan yang lainnya,” jelasnya.

Dikatakan, pelaksanaan vaksinasi untuk para pekerja sendiri dilakukan di berbagai tempat dan beberapa lembaga, seperti di puskesma, Polres dan Kodim 0706 Temanggung.

“Ada juga yang perusahaan meminta untuk difasilitasi vaksinasi, sehingga pelaksanaan vaksinasi dilakukan di perusahaan,” katanya.

Agus menjelaskan, vaksinasi bagi tenaga kerja tidak hanya dilakukan di Kabupaten Temanggung saja, tapi beberapa karyawan atau pekerja vaksinasi di luar Temanggung. Seperti RST Salatiga dan beberapa wilayah di Semarang.

“Mereka juga ada yang mengikuti vaksinasi di Semarang. Karena kebutuhan mendesak dan perusahaan di Temanggung ini belum ada yang menyelenggarakan vaksinasi kemudian mereka mencari peluang di luar kota,” terangnya.

Menurutnya, kesadaran pekerja untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi karena perusahaan juga tidak mau ambil risiko. Bahkan beberapa perusahaan ada yang memberikan sanksi bagi karyawannya jika tidak mau divaksin.

Artikel Menarik Lainnya :  Covid-19 Masih Mengintai, Masyarakat Sudah Tak Sabar Jaga Prokes

“Perusahaan sangat mendukung dan memberikan waktu kepada pekerjannya untuk vaksinasi, sehingga capaian vaksinasi untuk pekerja bisa berjalan dengan baik dan cepat,” jelasnya. (set)