Keren! Temanggung Raih Penghargaan sebagai Kabupaten Terbanyak Miliki Indikasi Geografis (IG)

Salah satu petani tembakau di Temanggung sedang menjemur tembakau srintil saat panen raya 2018 lalu.
JEMUR. Salah satu petani tembakau di Temanggung sedang menjemur tembakau srintil saat panen raya 2018 lalu. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten Temanggung menerima penghargaan sebagai Kabupaten terbanyak Indikasi Geografis (IG). Dengan penghargaan ini diharapkan produk-produk asli Temanggung tidak bisa ditiru oleh daerah lain.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Dwi Sukarmei mengatakan, penghargaan dengan IG terbanyak ini diberikan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Hari ini baru diberikan langsung kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Temanggung Hary Agung Prabowo di Semarang,” katanya, Selasa (21/6).

Ia mengatakan, Pemkab Temanggung menjadi satu-satunya penerima penghargaan ini, karena dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya di Jawa Tengah, Temanggung terbanyak yang memiliki IG.

Disebutkan, setidaknya ada empat IG yang ada di Temanggung, yakni IG untuk tembakau srintil dengan nomor IG ID G 000000027, IG untuk kopi robusta ID G 000000053 dan IG untuk Java Sindoro Sumbing ID G 000000030 dan IG untuk ikan uceng ID G 000000073.

“Dengan diterbikannya indikasi geografis ini, produk-produk dari Temanggung ini sudah terlindungi,” jelasnya.

Sehingga lanjut Dwi, daerah lain tidak bisa meniru atau mencontoh bahkan mengakui produk-produk tersebut, karena produk yang sudah diterbitkan IG ini mempunyai cita rasa dan ciri khas sesuai dengan daerahnya.

“Jadi sudah tidak bisa dicontoh lagi, karena setiap daerah mempunyai kondisi alam yang berbeda, masih banyak faktor lainnya,” katanya.

Dwi berharap, dengan diterbitkannya IG untuk produk-produk unggulan Temanggung ini, bisa semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, roda perekonomian juga semakin lancar, serta kualitas dan kapasitas produk juga semakin membaik.

“Utamanya untuk peningkatan perekonomian dan kesejateraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya sekarang dengan bidang 3 sudah membuat semacam tahapan bagaimana agar tembakau srintil, kopi dan uceng ini tidak ditiru daerah lain salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi.

“Produk ini sudah dipatenkan, dengan nomer seri tertentu, nama tertentu sehingga tidak bisa dipalsukan dan ditiru daerah lain,” tandasnya.(set)