Kerap Dibersihkan, Sampah di Kalibening Tetap Saja Terlihat

MENGERING. Aliran Kalibening yang melewati Dusun Nepak, Desa Bulurejo nampak kering penuh dengan sampah.
MENGERING. Aliran Kalibening yang melewati Dusun Nepak, Desa Bulurejo nampak kering penuh dengan sampah.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Tumpukan sampah rumah tangga terlihat memenuhi aliran Kalibening, Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada Kamis (6/8/2020). Selain tidak enak dipandang, dapat mengakibatkan dampak lain.

“Kalau sampahnya emang sering menumpuk di situ. Apalagi sampah rumah tangga seperti pembalut dan popok bayi. Mereka membuangnya di situ. Padahal ada tempat sampah tapi dibuangnya tetap di situ,” ujar salah satu warga Nepak, Heni (39).

Dirinya paling merasa terdampak ketika terjadi hujan. Di saat itulah air sungai atau kali akan meluap. Air yang mengalir membawa sampah – sampah tersebut ke rumahnya.

“Ini kan jalannya turun, nah pas turunan ini air akan lewat sini. Kalinya pasti meluap. Kalau sudah meluap pasti bawa sampah sampai ke depan halaman sini,” jelasnya.

Dampak lain juga dirasakan Nurma (43), salah satu warga Nepak. Dia terpaksa memindahkan pintu masuk rumahnya dari arah utara ke barat. Sampah – sampah yang terbawa hujan juga pernah membatalkan acara arisan di rumahnya.

“Dulu pernah kalau hujan, airnya itu masuk membawa sampah itu. Pintu masuk saya tadinya menghadap utara (ke kali) sekarang saya bongkar jadi menghadap ke barat. Dulu juga pernah saya sudah siap menyelenggarakan arisan jadi batal karena sampahnya masuk,” katanya.

Baca juga
34 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh, 61 Pasien Positif Masih Dirawat

Menurutnya, sungai tersebut sudah lebih baik kondisinya daripada dulu. Meskipun masih ada sampah, namun kondisi itu tidak separah beberapa bulan lalu. Diakuinya pembuang sampah bukan dari warga sekitar. Sampah tersebut merupakan ‘kiriman’ dari daerah hulu.

“Kemarin udah dibersihkan, sekarang sudah lumayan lebih baik. Kalau sampahnya pasti ada. Tapi sudah berkurang. Karena yang buang sampah itu bukan warga sini, ini dari atas, lalu menumpuk di sini,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Borobudur Marathon 2021 Powered by Bank Jateng Digelar dengan Prokes Ketat

Sementera itu, Ketua RT setempat, Ermila (43), mengaku sudah beberapa kali mengingatkan warga. Tetapi, kesadaran masyarakat berbeda – beda. Masih ada warga yang membandel.

“Kami sudah kerap kali memperingatkan warga untuk buang sampah jangan di sana. Kami juga sudah melakukan beberapa upaya untuk mencegahnya. Contohnya saya sudah membuat tempat sendiri di hutan bambu sebagai tempat buang sampah bagi warga. Bahkan kalau masih keberatan bisa titip saya untuk membuangnya. Tapi kan kesadaran warga terhadap kebersihan beda. Masih ada oknum yang mencuri kesempatan dan seenaknya membuang di sini,” katanya.

Dirinya juga mengatakan sudah ada upaya dari pemerintah terkait. Contohnya dari Dinas Kebersihan sudah sering membersihkannya. Namun sampah – sampah itu masih saja sampai ke rumahnya ketika hujan.

“Kemarin sudah ada yang membersihkan dari Dinas Kebersihan, itu pas bulan Juli lalu. Kerja bakti masyarakat juga sudah sering dilakukan. Tapi ya kalau sampahnya dari hulu kita mau gimana lagi, gak bisa mengatasi. Tapi kami sudah memperingatkan warga sekitar sini, jadi soal kesadaran kebersihan banyak yang sudah baik kok, mungkin dari hulu sana yang perlu ditingkatkan lagi, soalnya numpuknya di sini,” pungkasnya. ( pkl1/pkl2/pkl4 )