Kenali Ciri-ciri PMK pada Hewan Ternak, Ini Caranya

PERIKSA. Salah satu petugas kesehatan hewan sedang memeriksa kesehatan sapi di salah satu pasar hewan di Temanggung.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
PERIKSA. Salah satu petugas kesehatan hewan sedang memeriksa kesehatan sapi di salah satu pasar hewan di Temanggung.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Masyarakat terutama peternak sapi, kambing, domba dan kerbau tidak perlu khawatir terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK). Deteksi dini penyakit ini bisa dilihat dari kondisi hewan ternak.

“Janga terlampau khawatir semua peternak bisa mengenali penyakit ini dengan mudah,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto, kemarin.

Ia menjelaskan, ciri-ciri hewan ternak yang mengalami PMK di antaranya, ari liur yang keluar dari mulut berlebihan, demam sangat tinggi, dan tiba-tiba sapi atau hewan ternak tidak mau makan.

“Pertama air liur berlebihan, memang sapi pasti keluar air liur karena itu dibutuhkan untuk proses pencernaan, tapi tidak banyak sampai netes kotos-kotos, ini merupakan salah satu ciri yang bisa langsung dilihat,” jelasnya.

Ia mengimbau, jika sudah dijumpai kondisi itu pada sapi, maka langsung buka saja mulutnya, dipastikan sudah ada luka di dalam mulutnya atau tidak.

“Kalau sudah ada luka atau seperti sariawan, itu harus segera ditangani, setelah itu akan mengalami demam yang tinggi 39,5 derajat,” katanya.

Apalagi lanjutnya, jika sapi tiba-tiba tidak mau makan itu juga menjadi salah satu gejala, jika susah tidak mau makan sama sekali. Maka penanganannya juga juga harus berbeda. Jika sudah mengalami kondisi seperti ini, maka harus segera diisolasi.

Menurutnya, risiko terbesar dari PMK ini adalah penularannya, sedangkan tingkat kematian dari PMK ini juga tidak banyak.

“Kalau sariawan makan pasti malas, penangannya juga berbeda. Penanganan langsung diisolasi, dipisah dari hewan lainnya. Sedangkan tingkat kematian 5 persen, tapi untuk penularannya hampir 100 persen, sehingga yang harus diantisipasi adalah penularannya,” pesan Joko.

Ia menambahkan, sebagai langkah untuk mengantisipasi masuknya PMK ke Temanggung, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah strategis. Apalagi sebentar lagi hari raya Idul Adha akan dirayakan oleh umat muslim.

“Setiap pasar hewan minimal menugaskan dua orang untuk tenaga medis dan para medis seperti ketentuannya salah satu langkahnya belum diizinkan penutupan pasar hewan, jadi kami masih melihat juga diketahui asal hewan dari mana” tutupnya. (set)