Kenali 5 Faktor yang Memengaruhi Besaran Premi Asuransi Jiwa

asuransi jiwa

MAGELANGEKSPRES.COM – Salah satu jenis asuransi yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah asuransi jiwa. Jenis asuransi ini menjadi pilihan banyak orang karena banyaknya manfaat yang diberikan.

Tidak heran jika informasi mengenai berapa besarnya premi asuransi jiwa sangat banyak dicari. Karena itu, cara menghitung berapa premi asuransi jiwa dapat dilakukan dengan mengetahui berapa uang pertanggungan yang dibutuhkan terlebih dahulu.

Ini artinya, besaran premi asuransi jiwa disesuaikan dengan profil nasabah serta manfaat polis yang dipilih oleh nasabah.

Selain memiliki asuransi jiwa, Anda juga bisa cek lifepal untuk asuransi terbaik bagi diri sendiri dan keluarga.

Inilah 5 Faktor yang Mempengaruhi Besaran Premi Asuransi Jiwa

Ada banyak faktor yang mempengaruhi besaran premi, termasuk premi asuransi jiwa. Dengan banyaknya faktor yang memengaruhinya, maka jumlah premi yang harus dibayar oleh setiap nasabah juga beragam.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya premi asuransi jiwa.

Setidaknya, ada lima hal yang memengaruhi besar kecilnya biaya premi asuransi yang harus dibayar nasabah. Lima faktor tersebut hendaknya diketahui oleh calon nasabah asuransi jiwa sebelum memutuskan untuk membeli polis asuransi ini.

Lalu, apa saja faktor yang mempengaruhi premi asuransi jiwa tersebut? Yuk, simak ulasan berikut!

1. Jenis asuransi yang dipilih

Cara menghitung besarnya biaya premi asuransi jiwa yang pertama adalah dengan mempertimbangkan tipe asuransi yang dipilih oleh nasabah. Umumnya, premi asuransi jiwa murni atau berjangka memiliki premi asuransi yang lebih murah jika dibandingkan dengan asuransi jiwa jangka panjang.

Mengapa? Pasalnya, asuransi jiwa murni memiliki jangka waktu perlindungan selama 10, 20, atau 30 tahun. Sementara itu, asuransi jiwa jangka panjang memberikan proteksi atau perlindungan seumur hidup nasabah.

Oleh karena itu, premi asuransi jiwa jangka panjang umumnya lebih mahal dari asuransi berjangka.

2. Jangka waktu asuransi

Faktor lain yang mempengaruhi besaran premi adalah jangka waktu. Besar kecilnya premi yang dibayar oleh nasabah sangat tergantung dengan jangka waktu yang dipilih oleh nasabah.

Semakin lama jangka waktu yang dipilih oleh nasabah, maka akan semakin besar pula jumlah premi yang harus dibayar.

Contohnya, premi untuk proteksi selama 10 tahun tentu lebih rendah dibandingkan dengan premi untuk perlindungan selama 20 tahun. Untuk itu, nasabah bisa memilih jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan.

3. Jumlah uang pertanggungan asuransi

Faktor selanjutnya yang akan mempengaruhi besar kecilnya biaya premi asuransi adalah jumlah uang pertanggungan (UP). Semakin banyak uang pertanggungan yang nasabah butuhkan, maka tentunya akan semakin besar juga biaya premi yang harus dibayar.

Contoh sederhananya adalah uang pertanggungan Rp1 miliar pasti memiliki premi lebih besar dibandingkan dengan uang pertanggungan yang hanya Rp500 juta saja. Jadi, jumlah uang pertanggungan sangat memengaruhi biaya premi yang harus dibayar.

4. Usia nasabah

Usia dari nasabah juga akan mempengaruhi besarnya biaya premi yang harus dibayarkan. Semakin muda usia nasabah saat memiliki asuransi jiwa, maka akan semakin terjangkau biaya premi yang harus dibayar.

Sebaliknya, jika usia nasabah sudah cukup tua, maka biaya premi asuransi yang harus dibayar juga akan semakin tinggi. Hal ini dikarenakan risiko yang dialami oleh orang yang sudah berusia tua akan semakin besar, sehingga premi yang harus dibayar juga lebih tinggi.

5. Kondisi kesehatan nasabah

Faktor penting lain yang mempengaruhi besaran premi adalah kondisi kesehatan dari nasabah.

Oleh karena itu, perusahaan asuransi akan menanyakan riwayat kesehatan dan gaya hidup calon nasabah sebelum memberikan asuransi. Hal ini bertujuan agar bisa memberikan proteksi yang tepat sesuai kondisi kesehatan.

Jika nasabah pernah menderita penyakit serius, merokok, berolahraga ekstrem, atau pernah menjalani operasi, biasanya akan mendapatkan premi asuransi dengan biaya lebih tinggi.

Sebaliknya, nasabah dengan riwayat kesehatan yang baik dan gaya hidup yang sehat, maka biaya preminya juga akan lebih rendah.

Nah, itulah berbagai faktor yang mempengaruhi besaran biaya premi asuransi jiwa. Sebelum membeli polis asuransi jiwa, pastikan Anda sudah mengetahui faktor-faktor tersebut.

Namun, jangan lupa untuk tetap mengkonsultasikannya dengan pihak asuransi mengenai biaya premi asuransi yang harus dibayar agar sesuai dengan kondisi finansial dan tidak memberatkan keuangan.(adv)