Kementerian BUMN Akselerator Pertumbuhan dan Pengembangan Potensi Pangan, UMKM dan Pariwasata

PANGANTALK. Talkshow yang di selenggarakan di Desa Karangrejo dan Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/10).
PANGANTALK. Talkshow yang di selenggarakan di Desa Karangrejo dan Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/10). Dalam rangka menumbuhkan, mengembangkan, dan mensinergikan potensi UMKM pangan dan pariwisata untuk mendukung pemberdayaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BUMN Merawat Mimpi dan Harapan untuk Negeri

BOROBUDUR, MAGELANGESKPRES.COM – Pangantalk merupakan acara talkshow yang berusaha mensinergakan potensi pariwisata dan UMKM pangan di Desa Karangrejo dan Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/10).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program Sekolah Inovasi Pangan dan Panganfest dengan menghadirkan Kepala Desa Giritengah Sunakin, Kepala Desa Karangrejo M Hely Rofikun, dan Faunder Nichoa Chocolate, Andi Setyowati.

Acara ini terselenggara berkat kerja sama antara Kementeriaan BUMN, PT Tuban Petrochemical Industries, PT Polytama Propindo, dan Forbil Institute. Tujuan dari rangkaian acara ini adalah menumbuhkan, mengembangkan, dan mensinergikan potensi UMKM pangan dan pariwisata untuk mendukung pemberdayaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah kunci untuk menumbuhkan UMKM pangan harus didahului melalui inovasi pangan. Inovasi pangan merupakan langkah awal dan stratagis bagi upaya menggapai ketahanan serta kedaulatan pangan ke depan.

Program sekolah inovasi pangan berusaha menumbuhkan diversifikasi pangan berbasis potensi pangan lokal. Hal ini didasari dari berbagai potensi pangan yang ada di sekitar kawasan Candi Borobudur. Sebagaimana kita ketahui bahwa, Kecamatan Borobudur merupakan salah satu kawasan prioritas pariwisata dengan adanya objek wisata Candi Borobudur. Selain itu, terdapat berbagai potensi lain di Kecamatan Borobudur yang harus lebih dikelola optimal dan disinergikan dengan kawasan strategis tersebut, salah satunya terkait UMKM pangan.

Terjadinya pandemi covid-19 telah berpengaruh besar terhadap geliat pariwisata di kawasan Borobudur, di mana mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan yang secara langsung berdampak pada penghidupan warga sekitar. Hal ini menjadi pembelajaran bersama untuk mengembangakan aspek lain yang mampu mencipatakan resiliensi saat situasi krisis. Sehingga dapat melewati situasi krisis multi dimensi serta membalikkan momen krisis akibat pandemi menjadi titik balik transformasi yang berkelanjutan dan terintegrasi ke depan.

Artikel Menarik Lainnya :  Ketep Pass Tuan Rumah Lomba Senam Kreasi

Salah satu potensi penting yang dapat diangkat adalah potensi pangan. Pangan merupakan pondasi dan energi masa depan. Karenanya, potensi pangan merupakan sumber daya dan modal yang dapat dijadikan pijakan untuk menyiapkan masa depan sejak dari sekarang. Salah satu upaya yang harus terus dilakukan adalah melakukan inovasi pangan secara berkelanjutan.

Inovasi ini bertujuan untuk menciptkan diversifikasi pangan yang diharapkan ke depan dapat mendukung upaya perwujudan ketahanan dan kedaulatan pangan. Namun, bagaimana upaya memanfaatkan potensi pangan ini dengan potensi pariwisata yang ada di sekitar kawasan Candi Borobudur?

Berbagai rangkaian program ini berusaha menjawab soal tersebut. Sekolah Inovasi Pangan membawa misi untuk menumbuhkan spirit pemanfaatan potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan dan dijadikan produk pangan serta menciptakan diversifikasi pangan. Selanjutnya, Panganfest berusaha untuk mewadahi UMKM-UMKM pangan dapat naik kelas atau mengalami upscaling.

Selain itu, Panganfest juga menjadi ruang untuk melakukan tes pasar dari produk-produk yang dihasilkan dari sekolah inovasi pangan.

Acara Pangantalk berusaha mencari jawaban dan merumuskan langkah-langkah kolaborasi untuk menciptakan inovasi pangan yang berkelanjutan sejak dari hulu ke hilir. Acara ini berusaha melihat peran multipihak lyang telah dilakukan di dua desa tersebut, salah satu pihak yang telah terlibat dalam memfasilitasi dan mengembangan potensi dari dua wilayah ini adalah Kementeriaan BUMN.

Hal ini patut terus dilakukan, sehingga Kementerian BUMN dapat menjadi akselator penumbuhan dan pengembangan potensi pangan, UMKM pangan, dan pariwasata ke depan secara terintergrasi dan berkelanjutan serta medukung pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar di Kawasan Borobudur.

Selain itu, upaya penyiapan sumber daya manusia di tingkat internal desa yang mumpuni mutlak diperlukan. Oleh karenanya, berbagai rangkaian acara ini diharapkan mampu menyiapkan dan mengisi berbagai pilar serta sumber daya secara terintegratif dan berkelanjutan. (hen/adv)

Artikel Menarik Lainnya :  Hanoman Datang, Antusiasme Warga untuk Vaksin Naik