Kementan Siapkan Tiga Wilayah di Wonosobo Sebagai Food Estate Hortikultura

AUDIENSI. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Dwiyama SB menerima audiensi Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Tommy Nugraha di pendopo bupati.
AUDIENSI. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Dwiyama SB menerima audiensi Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Tommy Nugraha di pendopo bupati.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Tiga wilayah di Kabupaten Wonosobo akan disiapkan sebagai food estate hortikultura oleh Kementan RI. Kabupaten di pegunungan ini dianggap cocok untuk pengembangan tanaman hortikultura dengan konsep industrial berbasisi ilmu pengetahuan.

“Kementerian Pertanian, sedang mengembangkan usaha budidaya tanaman hortikultura dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial yang berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, modal serta organisasi dan manajemen modern, atau populer kita kenal dengan Food Estate,” ungkap Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Tommy Nugraha dalam forum audiensi dengan Bupati Wonosobo di pendopo bupati, kemarin.

Menurutnya, Kementerian Pertanian tengah gencar mengembangkan food estate di sejumlah daerah di Indonesia. Setelah Kalimantan, NTT dan Sumatera, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI kini berupaya menggarap pulau Jawa sebagai food estate hortikultura.

Pihak Kementan, diakui Tommy memilih Wonosobo dengan pertimbangan kondisi geografisnya cocok untuk mengembangkan tanaman hortikultura, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kentang dan pembibitan cabai. Dengan pertanian model food estate tersebut, pihak pemerintah pusat menurut Tommy akan berupaya menjaga agar harga produk pertanian terjaga stabil dan tidak sampai menimbulkan kerugian bagi petani.

“Kami dari Kementan berperan membawa off taker atau pembeli yang menjamin agar harga produk yang dihasilkan petani pada saat panen benar-benar sesuai dengan kesepakatan, sehingga tidak terjadi lagi namanya petani rugi gara-gara harga jual tidak seimbang dengan harga produksi saat tanam,” katanya.

Untuk pemilihan lokasi lahan tanam, pihaknya mengaku telah menyerahkan hal tersebut kepada pemerintah daerah. Untuk Pulau Jawa, selain di Wonosobo proyeksi food estate hortikultura disebut Tommy juga akan dikembangkan di Garut, Temanggung dan Bantul.

Artikel Menarik Lainnya :  Data Bermasalah, 42 Ribu Peserta Bebas Iuran BPJS Wonosobo Dinonaktifkan

Sementara itu,  Bupati Afif Nurhidayat mengaku antuasis dan sangat menantikan bagaimana teknis pelaksanaannya di lapangan. Dengan pola dan manajemen yang lebih baik, maka sektor pertanian akan tumbuh untuk menopang perekonomian daerah.

“Tentu istilah baru food estate ini, saya rasa akan menumbuhkan optimisme dan harapan baru terhadap produksi pertanian di Kabupaten Wonosobo, yang selama ini menjadi salah satu sektor utama penopang perekonomian daerah,” ucapnya.

Ia mengaku telah meminta kepada Dinas Paperkan Kabupaten untuk benar-benar menyiapkan skema kerjasama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Petani dan juga pihak penjamin (Off Taker), agar nantinya semua merasakan keuntungan dari sistem baru food estate tersebut.

“Bagian terpenting tentu adalah adanya jaminan bahwa produk pertanian hortikultura di Kabupaten Wonosobo, khususnya yang berada di kawasan food estate sudah dijamin bakal terserap pasar dengan harga yang menguntungkan semua,” tandasnya.(gus)