Kementan Dampingi PERHIPTANI, Komitmen Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh

Kementan Dampingi PERHIPTANI, Komitmen Tingkatkan Profesionalitas Penyuluh
Penandatangan kerjasama antara Polbangtan Yoma diwakili Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Nurdayati dengan DPD PERHIPTANI Kab. Temanggung, Wonosobo dan Magelang, khususnya dalam kerjasama peningkatan kapasitas dan peningkatan kualitas PPL.

MAGELANGEKSPRES.COM, YOGYAKARTA – PERHIPTANI (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) merupakan organisasi profesi yang mewadahi penyuluh pertanian dengan tujuan untuk mendukung program pemerintah dan kegiatan masyarakat dalam mewujudkan sistem pertanian yang kuat dan modern.

Tujuan utama didirikan PERHIPTANI adalah: mengembangkan sistem penyuluhan pertanian, menyebarluaskan ilmu, teknologi, metode dan manajemen penyuluhan pertanian. membina jiwa korsa, mengembangkan profesionalisme dan menyalurkan aspirasi penyuluh pertanian.

Sebagai organisasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang beranggotakan hampir 74.000 orang di seluruh Indonesia, PERHIPTANI memiliki peran strategis dalam pembangunan pertanian, khususnya di kawasan perdesaan.

Penyuluhan pertanian merupakan salah satu upaya strategis dalam menggerakkan pencapaian pembangunan pertanian melalui peningkatan kualitas SDM dan manajerial petani agar mampu mengelola usaha tani secara produktif, efisien dan menguntungkan.

Melihat arti strategis sebagai organisasi profesi mitra Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan dukungannya untuk terus memberikan penguatan, pendampingan dan pembinaan bagi PPL melalui PERHIPTANI.

“Agar dapat tercapai efektivitas penyelenggaraan penyuluhan pertanian diperlukan PPL berkualitas, kelembagaan yang kuat, sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan penyuluhan disamping perlu didukung komitmen dari pimpinan wilayah,” ujar Syahrul.

Dukungan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, bahwa peningkatan kapasitas SDM PPL menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian. Tujuannya dengan adanya PPL yang professional tentu akan memberikan dampak besar pada petani, agar produktivitas tetap meningkat bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan para petani tetap terjaga.

“BPPSDMP berada di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian, ini berati segala sesuatu yang terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan tugas BPPSDMP yang akan terus dilakukan secara struktural bersama Pemerintah Daerah dan secara pendampingan mitra seperti melalui organisasi profesi”, ujar Dedi Nursyamsi.

Dalam tataran pendampingan teknis, BPPSDMP melalui Polbangtan Yoma melaksanakan pembinaan dan pendampingan dalam beberapa hal penting antara lain : peningkatan kapasitas pemenuhan Angka Kredit untuk pengembangan karier, penulisan karya ilmiah/ publikasi/ jurnal, pembuatan media penyuluhan, penelitian terapan, pengkajian lapangan, pengembangan karakter dan capacity building.

Direktur Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto menyatakan dukungan riil Kementan melalui Polbangtan Yoma merupakan bagian dari tupoksi dalam pelayanan Tri Darma Perguruan Tinggi yakni, proses pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan adanya dukungan ini kepada PERHIPTANI, Kementan hadir sebagai pendamping dan pembina dalam rangka sinergisitas untuk mencapai cita – cita pembangunan pertanian melalui tiga kunci keberhasilan pembangunan pertanian yakni, pertanian yang maju maju, mandiri, modern didukung PPL yang tangguh di lapangan” pungkas Bambang.

Langkah nyata pendampingan di lapangan dilakukan dengan adanya penandatangan kerjasama antara Polbangtan Yoma diwakili Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) Nurdayati dengan DPD PERHIPTANI Kab. Temanggung, Wonosobo dan Magelang khususnya dalam kerjasama peningkatan kapasitas dan peningkatan kualitas PPL.

Ketua DPD PERHIPTANI Temanggung Fajar Wardono, menyambut baik dan berterimakasih dengan upaya kerjasama ini dikarenakan sebagai organisasi profesi, PERHIPTANI sangat terbatas dalam penguasaan akses, SDM dan pendanaan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas anggotanya.

“Dengan adanya MoU ini diharapkan akan sangat mendukung peningkatan kualitas kemampuan serta kinerja anggotanya dalam bertugas sebagai garda depan pembangunan pertanian di wilayah seiring dengan tantangan jaman terutama pada era digitalisasi 4.0 yang dinamis”, pungkas Fajar.(rls)