Kembangkan Ekowisata Candi Selogriyo, Himapbio Untidar Selenggarakan Seminar Daring

Kembangkan Ekowisata Candi Selogriyo, Himapbio Untidar Selenggarakan Seminar Daring
VIRTUAL. Himapbio adakan seminar Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) secara daring, Sabtu(25/9) lalu.

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (Himapbio) Universitas Tidar melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) melaksanakan Seminar dengan tema “Pengembangan Ekowisata di Selogriyo Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat”. Seminar dilaksanakan secara hybrid yaitu melalui platform Zoom Meeting dan  di Balai Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Sabtu (25/9) yang dihadiri oleh perangkat desa dan masyarakat desa. Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan secara online dihadiri oleh mahasiswa umum dari berbagai universitas di Indonesia. Kegiatan seminar ini mendatangkan 3 pemateri yaitu Putu Danan Jaya, SPd MA (Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah), Lilik Setiyawan, S.E (Penggagas Nepal Van Java), dan Dr Setiyo Prajoko, MPd (Dosen Pendamping PHP2D Himapbio).

Seminar ini untuk mengungkap potensi masyarakat desa di sekitar Candi Selogriyo dan lingkungannya. Selain Candi Selogriyo, potensi lingkungan alam yang asriserta masyarakat yang tradisional menjadi alasan diadakannya kegiatan program holistik pembinaan dan pemberdayaan desa dan juga seminar ini. Seminar pengembangan ekowisata ini diharapkan membuat masyarakat sadar bahwa pemanfaatan lingkungan maupun pengelolaan aset bersejarah yang ada mampu memberdayakan masyarakat sekitar dan meningkatkan perekonomian.

Hal ini sejalan dengan pendapat Putu selaku perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya yang pada saat itu menghadiri acara. Ia berharap adanya cagar budaya di suatu tempat mampu mendukung kemakmuran masyarakatnya. “Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan Candi Selogriyo yang lebih baik lagi agar tujuan dan harapan ini mampu tercapai. Perbaikan-perbaikan sarana dan prasarana juga perlu dikembangkan lagi untuk menambah daya tarik wisatawan,” tutur Putu.

Dalam kesempatan yang sama, Lilik Setiyawan, selaku pengagas Desa wisata Nepal Van Java juga memaparkan terkait proses pengembangan suatu desa menjadi desa wisata. “Desa-desa di Magelang khususnya Desa Kembangkuning ini juga bisa menjadi desa wisata, seperti Desa Wisata Butuh “Nepal Van Java”,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Tim Panahan Kabupaten Magelang Juara Umum Popda Karesidenan Kedu

Acara seminar disambut antusias semua orang. Hal ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang muncul baik dari mahasiswa maupun masyarakat desa yang hadir. Dukungan lain juga didapatkan dari Iwan Asmawi selaku Kepala Desa Kembangkuning. Dalam kesempatan ini dia juga memberikan ucapan terima kasih serta harapan untuk pelaksanaan program kedepannya. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah ingin membantu mengembangkan desa kami menjadi desa wisata. Semoga dengan dilaksanakannya seminar dan juga program-program lain di desa kami, dapat meningkatkan kualitas terutama kualitas perekonomian di desa Kembangkuning ini,” ujarnya. (dian dan meyta/hen/adv)