Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah Di Indonesia Didanai Yayasan Syam Organizer

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan mengenai yayasan amal Syam Organizer (SO) milik kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI), Senin (16/8) malam. (foto: IST, Adhyasta/detikcom)
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan mengenai yayasan amal Syam Organizer (SO) milik kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI), Senin (16/8) malam. (foto: IST, Adhyasta/detikcom)

JAKARTA, MAGELANGEKSPRES.COM – Yayasan Syam Organizer dipastikan milik kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Yayasan ini sengaja dibentuk untuk menggalang dana dalam upaya membiayai kegiatan terorisme.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam keterangannya mengatakan, yayasan amal Syam Organizer (SO) adalah milik kelompok teroris JI. Yayasan ini diciptakan untuk menggalang dana dari masyarakat.

“Kami sampaikan bahwa Syam Organizer merupakan yayasan amal milik organisasi JI,” katanya dalam keterangannya, Senin (16/8) malam.

Dijelaskannya, kiprah yayasan amal Syam Organizer dalam membiayai aksi teroris kelompok JI usai dilakukan penggeledahan di rumah tersangka teroris RH, di Komplek Patramaya Jalan Cipta Karya, Kota Bandung, Jawa Barat oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri, Minggu (15/8) pukul 09.30 WIB.

RH tersangka teroris kelompok JI ditangkap bersama lima tersangka lainnya, yakni FS, US, RS dan HF. “RH merupakan ketua Iqtisot Bi’tonah, sekaligus penanggungjawab dari program-program yang dijalankan Iqtisot Bi’tonah,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, RH bermufakat dengan tersangka teroris lainnya berinisial AYR yang sudah ditangkap, juga dan US. Ketiganya bemufakat meningkatkan perekonomian anggota JI dengan cara mengumpulkan dana infaq.”RH sebagai pengumpul dan pemberi dana infaq dari Iqtisot Bi’tonah,” kata Ramadhan.

Dalam penggeledahan tersebut, Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti berupa ponsel, buku-buku, buku tabungan, buku catatan dan 1.540 celengan serta kotak amal.

Syam Organizer, memiliki kantor pusat di wilayah Jakarta Pusat. Tujuan pembentukan Syam Organizer tersebut untuk menggalang dana dengan tujuan untuk menarik simpati masyarakat melalui program kemanusiaan.”Tujuan lainnya menghindari kecurigaan dari aparat, yang ketiga dapat bergerak secara leluasa dalam melakukan penggalangan dana sehingga mendapatkan dana yang maksimal,” bebernya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kekerasan Kembali Terjadi di PIP Semarang, Seorang Taruna Meninggal Dunia...

Dijelaskannya bentuk penggalangan dana Syam Organizer ini adalah pertama lewat program “water for Syam” dengan cara mengirimkan air bersih ke Palestina dan memiliki tiga sumur air di Suriah.

Kemudian lewat program “safe children go Syam” yang ada di Suriah dan Palestina, selanjutnya “wintee aid project” memberikan kayu bakar, jaket dan membangun rumah-rumah di Suriah. “Kemudian kurban peduli Syam, Ramadhan peduli Syam, Syam bread factory, emergency relief serta Syam produktif asisten,” ungkapnya.

Disebutkannya, cara yayasan Syam Organizer memperoleh dana adalah mengedarkan celengan-celengan dan kotak amal ke masyarakat. Selain itu, mengadakan tabungan kurban, tabligh akbar dengan berkoordinasi dengan masjid mengundang ustadz.

Serta melakukan penggalangan dana baik langsung kepada jamaah yang hadir ataupun menyebarkan nomor rekening Syam Organizer ke jamaah.”Aliran dana Syam Organizer ke organisasi terorisme JI, di antaranya pada tahun 2013 sampai 2017, Syam Organizer memberangkatkan anggotanya ke Suriah termasuk tersangka FS yang telah ditangkap,” ungkapnya.

Kemudian Syam Organizer daerah menyetorkan dana ke bendahara pusat Syam Organizer pusat atas nama DR yang juga telah ditangkap. Dana tersebut dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama untuk organisasi JI dimasukkan ke dalam brankas yang telah disita di kantor pusat Syam Organizer Yogyakarta dan sebagian untuk operasional disimpan dalam rekening Syam Organizer. “Kemudian melalui gaji pengurus Syam Organizer yang merupakan anggota JI dengan cara memotong dari gaji anggotanya dan anggota ketua untuk dimasukkan atau disetorkan ke JI,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Ramadhan, kantor Syam Organizer daerah Bandung menyediakan semua logistik kebutuhan penggalangan dana yayasan Syam Organizer yang nantinya akan dikirim ke daerah-daerah. Adapun logistik yang dikirim berupa majalah, katalog, panduan Syam Organizer dan lain-lain.”Kami sampaikan bahwa saat ini penyidik dari Densus 88 masih terus bekerja dan terus mengejar tersangka lain, yang diduga memiliki peralatan-peralatan yang dianggap berbahaya,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Waspadai Aksi Balasan! Densus 88 Tangkap 4 Pentolan JI

sementara itu, enam terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di Jawa Timur (Jatim). Keduanya ditangkap dalam dua hari (15-16 Agustus) operasi.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Gatot Repli Handoko mengungkapkan enam terduga teroris ditangkap di Lamongan, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Seorang lagi ditangkap di Jawa Tengah.”Satunya asal Jombang tapi ditangkapnya di Karanganyar, Jawa Tengah,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (16/8) malam.

Dijelaskannya, sebanyak dua terduga teroris ditangkap pada Minggu (15/8). Sedangkan empat orang ditangkap Tim Densus 88 Senin (16/8).

Dalam penangkapan tersebut, dikatakannya, Polda Jatim hanya membantu Densus 88 Antiteror Polri.”Polda Jatim hanya mem-back up. Untuk data lengkapnya, Mabes Polri yang rilis,” katanya.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris di Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya, Senin (16/8) pagi.

Ketua RT 12/RW 03 Kelurahan Jagir, Wonokromo, Muksin, mengatakan Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial E yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual barang rumah tangga.

Dari penggeledahan tersebut, Tim Densus 88 Antiteror membawa sejumlah barang bukti berupa kotak amal dan buku.

Tim Densus 88 Antiteror Polri juga dilaporkan menangkap seorang terduga teroris di Jalan Joyo Utomo Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Ketua RT 4 / RW 4 Hariono mengatakan salah seorang warga berinisial CA (44) dibawa oleh Tim Densus 88 Polri.

Selain itu, seorang terduga teroris berinisial FM yang tinggal di Jalan Sedati Gede Sidoarjo juga telah ditangkap.

Ketua RT 9/ RW 5 Desa Sedati Gede Sidoarjo, Solikin, saat dikonfirmasi mengatakan penangkapannya dilakukan pagi tadi sekitar pukul 07.15 WIB.(gw/fin)