Kejar Target, Pemkab Temanggung Berikan Bonus Minyak Goreng bagi Warga Ikut Vaksin

Sekda Kabupaten Temanggung, Hary Agung Prabowo secara simbolis menerima bantuan minyak goreng dari BUMD untuk peserta vaksin lansia di ruang kerja Sekda di Kompleks Kantor Setda, Kamis (31/3).(Foto: rizal ifan chanaris.)
Sekda Kabupaten Temanggung, Hary Agung Prabowo secara simbolis menerima bantuan minyak goreng dari BUMD untuk peserta vaksin lansia di ruang kerja Sekda di Kompleks Kantor Setda, Kamis (31/3).(Foto: rizal ifan chanaris.)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Dalam upaya mencapai target vaksinasi lansia tahap kedua, Pemerintah Kabupaten Temanggung membuat terobosan dengan pembagian bantuan minyak goreng bagi mereka yang bersedia mengikuti program vaksinasi tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei menyebut, minyak goreng tersebut merupakan bantuan dari berbagai pihak perusahaan daerah seperti Bank Pasar, Bank Jateng, dan PDAM. Ini merupakan bentuk gotong-royong dalam upaya menangani problematika pandemi Covid-19.

“Bagi-bagi minyak goreng untuk para lansia lewat beberapa Puskesmas adalah upaya kita meningkatkan angka partisipasi baksinasi. Teknisnya adalah daerah yang capaiannya terendah jadi tidak kita ratakan. Jadi yang capaian terendah akan kita kasih agak banyak,” ungkapnya.
Dwi menyebut sampai saat ini masih ada sekitar 10.000 orang yang belum divaksin. Sedangjan jumlah minyak goreng yang akan dibagikan berjumlah kurang lebih 3.000 an botol. Maka dalam pemberian itu ada skala prioritas.

“Ada skala prioritas, tidak semua lansia uang divaksin mendapat minyak, kita cari yang benar-benar membutuhkan. Rencananya pelaksanaan di bulan April dan dilakukan door to door agar konduasif tidak ada kerumunan juga. Hampir semua kecamatan ada tapi pakai skala prioritas dengan data,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekda Temanggung, Hary Agung Prabowo mengatakan, akibat Covid ini banyak masyarakat tersampak secara ekonomi. Maka untuk itu ada inisiatif memberikan bantuan minyak goreng kepada lansia peserta vaksin. Sehingga dengan adanya semacam tali asih ini para lansia bersemangat mengikuti vaksin tahap ke dua.

“Ini adalah respon terkait kondisi perekonomian masyarakat, sekaligus sebagai stimulus dalam meningkatkan capaian vaksinasi. Minyak goreng ini untuk para lansia yang akan mengikuti vaksin dosis 2, sehingga akan memberikan spirit agar mereka bisa divaksin. Harapannya kalau sudah divaksin para lansia menjadi lebih sehat, kuat, dari penulaaran virus. Rencana vaksin akan dilakukan secara door to door agar tidak terjadi penumpukkan untuk lansia,” tukasnya. (riz)