Kejagung: Pengungkapkan Kasus Korupsi Asabri Jalan Terus

Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 9 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi di tubuh PT Asabri (Persero). foto: IST, Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Safir Makki).
Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 9 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi di tubuh PT Asabri (Persero). foto: IST, Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Safir Makki).

JAKARTA, MAGELANGEKSPRES.COMKejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Kali ini 19 orang saksi diperiksa.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung memeriksa 19 saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri periode tahun 2012-2019. Mereka diperiksa pada Rabu (18/8).

“Pemeriksaan dilakukan guna mendalami 10 manajer investasi (MI) yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan keterlibatan pihak lain,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/8) malam.

19 orang saksi yang diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung), yaitu:

1. S selaku Sales PT Anugerah Sekuritas Indonesia, diperiksa terkait dengan pendalaman keterlibatan pihak lain di PT Asabri

2. TAW selaku Direktur Utama PT Asia Raya Kapital, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

3. ABS selaku Direktur PT Strategic Management Service, diperiksa terkait dengan pendalaman keterlibatan pihak lain di PT Asabri

4. NF selaku Karyawan PT Oso Management Investasi, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

5. NF selaku Direktur Utama PT Dwidana Sakti Sekuritas, diperiksa terkait dengan pendalaman keterlibatan pihak lain di PT Asabri

6. AWA selaku Direktur Utama PT Millenium Capital Management, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

7. SS selaku Dirut PT Artha Sekuritas Indonesia, diperiksa terkait dengan pendalaman keterlibatan pihak lain di PT Asabri

8. A selaku Head of Finance PT Corfina Capital, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

9. DC selaku Karyawan PT Oso Manajemen Investasi, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

Artikel Menarik Lainnya :  Inilah Penyebab Lapas Tangerang Terbakar, 41 Narapidana Tewas

10. BS selaku Direktur Marketing PT Corfina Capital, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

11. S selaku Dirut PT Masindo Artha Sekuritas, diperiksa terkait dengan pendalaman keterlibatan pihak lain di PT Asabri

12. AT selaku Nominee Terdakwa BTS, diperiksa terkait dengan pendalaman keterlibatan pihak lain di PT Asabri

13. LM selaku Direktur PT Victoria Manajemen Investasi, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

14. AAS selaku Direktur PT Victoria Manajemen Investasi, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

15. RW selaku Direksi PT KGI Sekuritas Indonesia, diperiksa terkait dengan pendalaman keterlibatan pihak lain di PT Asabri

16. IK selaku Pegawai PT Asabri, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

17. MMM selaku Direktur PT Aurora Asset Management, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

18. F selaku Dirut PT Aurora Asset Management, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

19. SA selaku Tim Pengelola Investasi PT Oso Manajemen Investasi, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 MI

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan dan menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Asabri,” katanya.

Untuk diketahui, delapan tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri telah duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Senin (16/8).

Delapan terdakwa tersebut adalah Dirut PT Asabri periode 2011 sampai Maret 2016 Mayjen Purn. Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016 Juli 2020 Letjen Purn. Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008 Juni 2014 Bachtiar Effendi, serta Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono.

Berikutnya, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Artikel Menarik Lainnya :  Hati-hati! 3.000 Orang Positif COVID-19 Jalan-Jalan ke Mal

Para terdakwa didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp22,78 triliun.

Sedangkan pada akhir Juli 2021, Kejagung telah menetapkan 10 tersangka manajer investasi (MI). Tersangka korporasi tersebut yaitu, Korporasi PT IIM; Korporasi PT MCM; Korporasi PT PAAM; Korporasi PT RAM; Korporasi PT VAM; Korporasi PT ARK; Korporasi PT OMI; Korporasi PT MAM; Korporasi PT AAM; dan Korporasi PT CC.

Kesepuluh manajer investasi tersebut dijerat dengan Pasal 2 jo. Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(gw/fin)