Kedelai Melejit, Pengrajin Tahu di Magelang Kecilkan Ukuran

TAHU. Kegiatan produksi tahu di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo terpaksa mengurangi ukuran tahu, akibat melejitnya harga bahan baku kedelai. (foto : huni wejang/magelang ekspres.)
TAHU. Kegiatan produksi tahu di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo terpaksa mengurangi ukuran tahu, akibat melejitnya harga bahan baku kedelai. (foto : huni wejang/magelang ekspres.)

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Sejumlah pengrajin tahu di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang mengeluh akan tingginya harga kedelai.

Harga kedelai yang semula Rp12.000 perkilogram kini melonjak naik hingga Rp13.000 per kilogram.

Kenaikan secara bertahap tersebut mulai terjadi sejak pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Salah satu pengrajin tahu di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Muh Hanafi (54) menuturkan, jika sebelumnya dirinya mampu memproduksi hingga 7-8 kwintal per hari.

Akan tetapi, semenjak kedelai naik, ia hanya memproduksi 3 kwintal per hari.

“Saat ini kami mengurangi jumlah produksi tahu, yang biasanya empat tungku masak, sekarang hanya dua tungku saja,” kata Hanafi saat ditemui di rumah produksinya, Jumat, 30 September 2022.

Kegiatan produksi tahu di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo terpaksa mengurangi ukuran tahu ok

Kenaikan harga kedelai ini membuatnya terpaksa mengurangi jam kerja karyawan. Semula Hanafi memperkerjakan 6 karyawan setiap hari.

“Sekarang cuma dua pekerja setiap hari. Itu dibuat bergantian 2-3 hari sekali,” ujarnya.

Kebijakan itu, ia terapkan agar usahanya tidak merugi. Harga kedelai saat ini, kata Hanafi, menjadi yang tertinggi sejak beberapa tahun silam.

“Ini merupakan harga kedelai tertinggi selama saya menjadi pengrajin tahu,” ucapnya.

Pengrajin tahu lainnya, Anggar Kurniawati (28) memilih menyiasati harga kedelai dengan memperkecil ukuran tahu produksinya. Dengan begitu ia bisa mengurangi ongkos operasional.

Jika semula satu papan tahu menghasilkan 50 potong, sekarang diperkecil menjadi 60 potong per papan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pengrajin Tahu Tempe Barokah di wilayah Candimulyo dan sebagian Tegalrejo, Yunis Setiawan menuturkan jika harga kedelai impor diperkirakan akan terus naik hingga Rp13.500 per kilogram.

Dia juga mengaku akan mengurangi jumlah karyawannya apabila situasi tak kunjung membaik.

“Sekarang jumlah pengrajin tahu terus menurun seiring banyaknya yang tutup usaha. Kalau dulu ada 90 persen, kemarin 75 persen, sekarang tinggal 50 persen yang masih bertahan,” terangnya.

Ia memprediksi, jika tidak ada perubahan, dikhawatirkan semakin banyak pengrajin tahu yang akan gulung tikar.

“Dampak besarnya, banyak karyawan yang akan kehilangan pekerjaannya. Kami harap ada perhatian dari pemerintah,” tandasnya. (mg3)