Kebutuhan Pasar Lokal Domba di Wonosobo Capai 15 Ribu Ekor Per Tahun

TERNAK. Puluhan anggota kelompok tani ternak mengikuti Bimbingan Teknis “Managemen Bisnis Sektor Peternakan (Unggas dan Kambing)”
TERNAK. Puluhan anggota kelompok tani ternak mengikuti Bimbingan Teknis “Managemen Bisnis Sektor Peternakan (Unggas dan Kambing)”

WONOSOBO, MAGELANGEKPRES.COM Kebutuhan pasar lokal terhadap kambing dan domba di Kabupaten Wonosobo cukup tinggi. Untuk jenis kambing per tahun mencapai 12 ribu ekor dan domba mencapai 15 ribu ekor. Peluang itu diharapkan mampu diambil oleh petani peternak di Wonosobo untuk mengembangkan ternak jenis ruminansia tersebut.

“Kebutuhan pasar lokal kambing per tahun sekitar 12 ribu ekor. Sedang kebutuhan untuk luar kota mencapai 10 ribu ekor. Kebutuhan pasar lokal domba 15 ribu ekor per tahun dan permintaan luar daerah mencapai 5 ribu ekor,” ungkap Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Wonosobo Drh Sidik Driyono.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah unggas dan kambing di Wonosobo yang masih sedikit. Karena itu, dan daging kambing sebagian masih di drop dari peternak luar daerah.

“Itu tentu peluang yang harus bisa dimanfaatkan oleh para peternak di Wonosobo. Semakin banyak peternak yang sukses mengelola bisnis peternakan tentu akan berpengaruh bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan petani dan peternak,” tandasnya.

Hal sama juga terjadi pada  kebutuhan telur ayam, dimana kebutuhan perhari di Wonosobo mencapai 30 ton. Bahkan saat jelang lebaran bisa naik menjadi 50 ton. Sehingga kebutuhan telur juga sering didatangkan dari luar daerah.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina mengungkapkan, kebutuhan daging unggas dan kambing lokal di Wonosobo cukup tinggi. Apalagi jika menjelang lebaran kebutuhan daging unggas dan kambing pasti meningkat.

“Kondisi tersebut tentu harus bisa dimanfaatkan oleh para peternak untuk terus mengembangkan potensi peternakan unggas dan kambing lokal,” ujarnya

Pihaknya meminta jika terjadi kendala dalam mengelola usaha peternakan, para peternak bisa melakukan konsultasi dan koordinasi dengan penyuluh peternakan yang ada di lapangan. Sehingga masalah yang ada bisa segera diatasi.

“Pemerintah berkomitmen kuat mengembangkan usaha ternak, agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, baik itu kambing maupun unggas,” katanya. (gus)