Kebaya Foundation Magelang Dorong Kebaya Jadi Warisan Budaya UNESCO

KEBAYA FOUNDATION. Kabupaten dan Kota Magelang resmi memiliki Kebaya Foundation dengan ketuanya Alexa Hersi Krisnawati usai dilantik Ketua Umum Tuti Nusandari Roosdiono di Kasuari Exotic Resort, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
KEBAYA FOUNDATION. Kabupaten dan Kota Magelang resmi memiliki Kebaya Foundation dengan ketuanya Alexa Hersi Krisnawati usai dilantik Ketua Umum Tuti Nusandari Roosdiono di Kasuari Exotic Resort, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pengurus Kebaya Foundation Magelang telah resmi dilantik dan disahkan di Kasuari Exotic Resort, Kabupaten Magelang, Kamis (8/9). Para pengurus langsung mendapat mandat baru, bergerak aktif meningkatkan literasi kebaya pada perempuan dan generasi muda, juga mendorong kebaya menjadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Pelantikan pengurus serta anggota Kebaya Foundation Magelang periode 2022-2025 turut dihadiri Ketua Umum Kebaya Foundation, Tuti Nusandari Roosdiono yang juga salah satu dari lima pendiri Kebaya Foundation.

Beberapa tokoh lainnya turut hadir sebagai tamu undangan. Di antaranya istri Wakil Bupati Magelang, Aslimah Edi Cahyana, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Imam Baihaqi, maupun pejabat lain di lingkungan Pemkot dan Pemkab Magelang, budayawan, dan masyarakat.

Tuti mengatakan, Kebaya Foundation yang terbentuk sejak Mei 2021 memiliki tujuan utama mendorong pemerintah untuk mencanangkan Hari Berkebaya Nasional, mendirikan museum kebaya, dan meningkatkan literasi kebaya dengan membuat buku sejarah kebaya. Kemudian turut mendorong tumbuh kembangnya UMKM kebaya di Indonesia, serta mengupayakan kebaya agar diakui oleh UNESCO.

Dikatakan Tuti, bukan tugas yang mudah untuk mengantarkan kebaya meraih gelar sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Butuh kerja sama dari berbagai pihak untuk mendapat pencapaian tersebut.

”Effort untuk mengumpulkan dari seluruh Nusantara ini tidak mudah, tapi optimistis bisa. Setelah Jogjakarta menjadi cabang pertama, akhirnya kita saksikan semua dari Magelang telah lahir Kebaya Foundation,” jelasnya.

Tuti mengatakan, pengukuhan Kebaya Foundation Magelang, sebagai langkah serius menjawab tantangan visi dan misi organisasi. Termasuk tujuan utamanya yaitu menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

”Satu per satu, nanti di semua daerah kami harapkan akan lahir Kebaya Foundation baru, sebagai semangat bersama-sama melestarikan warisan budaya yang kita cintai ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kebaya Foundation Jogjakarta, Tersierra Rosa menuturkan bahwa Kebaya Foundation merupakan turunan dari Yayasan Kebaya Warisan Indonesia yang fokus terhadap kebaya sebagai busana tradisional Indonesia. Kebaya Foundation, katanya, juga aktif bergerak di bidang sosial, khususnya perempuan dan anak-anak.

”Kami concern terhadap kebaya sebagai budaya Indonesia untuk mencegah klaim negara lain. Di Jogjakarta, potensi kebaya juga cukup bagus karena banyak sekali komunitas berkebaya, bahkan pada hari tertentu ASN diwajibkan menggunakan kebaya,” jelas Tersierra.

Ia menambahkan, tercetusnya Kebaya Foundation Magelang, tidak lepas dari dorongan Kebaya Foundation Jogjakarta. Selama beberapa bulan terakhir, pihaknya getol mencari para tokoh dan figur-figur yang sangat peduli terhadap kebaya.

”Kami support Kebaya Foundation Magelang. Sesuai dengan tema pelantikan hari ini bahwa kami ingin perempuan berkebaya menunjukkan kepribadian,” tandasnya.

Dia menyebutkan, Kebaya Foundation memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan di masing-masing pengurus daerah. Terutama lima strategi prioritas yaitu, mendorong UNESCO menetapkan kebaya sebagai warisan tak benda dunia, menetapkan hari Kebaya Nasional, mendorong museum kebaya nasional, bergerak aktif meningkatkan literasi kepada generasi dan perempuan.

”Kemudian yang terakhir adalah meningkatkan nilai keekonomian kebaya di seluruh Indonesia, sehingga dapat memberi dampak yang positif,” ujarnya.

Ketua Kebaya Foundation Magelang, Alexa Hersi Krisnawati menjelaskan bahwa dengan adanya wadah organisasi, kebaya di Magelang diyakini akan semakin eksis.

”Kalau kita punya wadah itu akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Ini yang kami harapkan bisa terjadi di Magelang, sehingga mampu mengangkat potensi di bidang ekonomi kalangan bawah dan UMKM. Kami juga siap menjalin kerja sama dengan Pemkot Magelang maupun Pemkab Magelang,” tuturnya. (wid)