Ke Magelang Belum Lengkap Jika Belum ke Kaliwot, Dapatkan Pengalaman Langka di Sini

MENIKMATI. Pengunjung Kaliwot sedang menikmati suasana alam.
MENIKMATI. Pengunjung Kaliwot sedang menikmati suasana alam.

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kedai makan yang berada di jalur antara Candi Borobudur menuju destinasi wisata hits Nepal van Java ini menyuguhkan pengalaman langka berupa makan di atas aliran air sungai pegunungan yang menyegarkan.

Lokasi persisnya ada di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, sekitar 20 kilometer dari Candi Borobudur. Kalau ke kedai ini disarankan jangan hari Minggu karena antrinya bisa sampai 2 jam. Tapi bila hanya punya waktu luang di hari Minggu datanglah lebih pagi.

Bagi yang membawa kendaraan pribadi, area parkir berada di tepian jalan, di sana sudah ada petugas parkir yang mengatur. Dari parkiran pengunjung harus jalan kaki sekitar 150 meter menyusuri pemukiman warga desa yang sejuk dan asri.

Pihak pengelola mengaku sengaja tidak membuka akses kendaraan sampai ke lokasi agar pengunjung bisa merasakan denyut kehidupan pedesaan.

Dan memang, selama berjalan kaki, akan disuguhi beragam aktivitas khas orang desa. Ada warga yang hendak pergi ke sawah, ada yang berjualan kecil-kecilan di teras rumah, ada tukang kayu dengan aktivitasnya, ada yang sedang mengolah kebun kecil di pekarangan rumah, dan banyak lagi lainnya. Terlihat sangat damai dan menentramkan. Kehidupan seperti berjalan sangat pelan di desa ini.

Sampai di lokasi kedai suasana santai sangat terasa. Sinar matahari siang yang terik dihalau oleh rimbunnya pepohonan, pengunjung benar-benar dimanjakan dengan kesejukan dan keasrian di tempat ini.

Manager Operasional Kedai Kaliwot, Putri mengungkapkan, rata-rata pengunjung menghabiskan waktu 2 jam lebih setiap berkunjung.

“Sebenarnya kalau secara penataan lokasi, kita ini sangat sederhana. Hanya apa adanya, tapi mungkin karena apa adanya khas pedesaan itu justru yang bikin betah pengunjung,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Tak Mahir Berenang, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam

Tapi menurut Putri satu hal unik yang membuat orang penasaran adalah karena adanya fasilitas makan di sungai.

Sungai yang dijadikan tempat makan ini alirannya tidak besar, juga tidak dalam alias dangkal sehingga aman untuk aktivitas anak-anak.  Selain itu lingkungan sungai dan air yang mengalir pun cukup bersih.

“Dulu sekitar dua tahunan lalu sungai ini kotor, karena ada limbah industri tahu yang langsung dialirkan ke sungai. Tapi sekarang limbah sudah diolah menjadi biogas, jadi sungainya sudah lumayan bersih” kata Putri.

Sementara untuk menu makanan yang disajikan cukup beragam. Mulai dari olahan daging ayam, sapi, dan ikan. Yang menarik harga menu di kedai ini relatif murah. Misalnya untuk gurami asam manis harganya cuma Rp 25.000.

Menurut Putri, menu favorit pengunjung selain gurami asam manis adalah olahan sapi. “Ada satu menu yang istimewa namanya sop tulang brontosaurus. Ini tulangnya gede banget. Banyak yang suka, banyak yang pesan ini lalu foto-foto dulu sebelum dimakan,” kata dia.

Setelah kenyang makan dan puas bermain di sungai, pengunjung juga bisa mencoba naik mobil safari Kaliwot menuju Nepal van Java dan wisata terasering Nampan Sukomakmur. Biayanya cuma 300 ribu per mobil dengan kapasitas 10 orang.

Naik mobil safari Kaliwot ini sangat menyenangkan karena menggunakan mobil terbuka yang dimodifikasi sedemikian rupa. Ada kursinya, ada sandarannya juga, sehingga penumpang tetap merasa nyaman.

Durasi perjalanan pulang pergi yang ditawarkan adalah sekitar 4-5 jam. Dari Kedai Kaliwot menuju Nepal van Java sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 kilometer, namun karena untuk kenyamanan mobil ini hanya akan berjalan dengan kecepatan maximal 30 kilometer per jam. Selain itu di perjalanan penumpang juga bisa berhenti sewaktu-waktu bila mendapati pemandangan yang indah dan ingin berfoto bersama. (rls)

Artikel Menarik Lainnya :  Capaian Vaksinasi Baru 31,69 Persen, Pemkab Magelang Kejar Target hingga 70 Persen