Kata Grader, Harga Beli Tembakau di Temanggung Belum Sesuai Ekspektasi

TEMBAKAU. Bupati Temanggung M AL Khadziq (memakai peci) bersama grader sedang melihat contoh tembakau di salah satu gudang tembakau di Temanggung, kemarin. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
TEMBAKAU. Bupati Temanggung M AL Khadziq (memakai peci) bersama grader sedang melihat contoh tembakau di salah satu gudang tembakau di Temanggung, kemarin. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Salah satu grader, Arif Raharja menuturkan, harga beli tembakau di panen raya tahun ini masih belum sesuai dengan ekspektasi (harapan) dari petani. Sehingga masih banyak petani dan pedagang yang memilih menahan tembakaunya.

“Kemungkinan karena ekspektasi harga dari petani dan dari pedagang sendiri masih merasa harga yang ditetapkan oleh pabrikan masih terlalu rendah jadi mereka masih menahan barangnya,” katanya, Selasa (31/8).

Menurutnya, sampai saat ini memang belum banyak dari petani dan pedagang belum mulai setor, terlebih di Gudang Garam juga sudah mulai ada peningkatan harga dalam beberapa hari terakhir.

Sehingga katanya, petani dan pedagang menilai pasar jual beli tembakau masih belum imbang. Kondisi ini membuat petani dan pedagang cenderung menahan harga melihat perkembangan pasar.

“Petani menahan barangnya, pedagang juga demikian, sampai sekarang pedagang juga belum banyak yang setor,” tuturnya.

Sejak Senin awal pekan lalu, pihaknya sudah mulai melakukan pembelian tembakau, kualitas tembakau saat ini masih berkisar di grade A+ sampai dengan C.

Untuk beberapa tembakau yang dari Gunung Sumbing yang kualitas premium, sudah mulai diserap sampai dengan harga Rp62.500 per kilogram, namun jumlahnya masih sangat sedikit.

“Jadi yang banyak masih berkisar di antara harga Rp45.000 sampai dengan Rp50.000, sebagian kecil yang Rp50.000 sampai dengan Rp55.000. Sampai saat ini belum terlalu banyak barang yang terserap oleh pabrikan,” jelasnya.

Menurut Arif, harga beli yang ditetapkan pabrikan pada panen raya tahun ini cukup baik, karena sudah ada harga Rp62.500. Hanya saja untuk barang dengan harga itu masih belum banyak.

“Secara pemilihan kualitas masih sangat ketat sehingga barang yang dihargai mahal itu jumlahnya masih sedikit sangat terbatas,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemkab Temanggung Mulai Izinkan Wisata dan Kesenian Dibuka

Sedangkan harga beli yang ditetapkan dari pabrikan sendiri sebenarnya sudah cukup bersaing. Di PT Gudang Garam harga sampai Rp60.000. PT Djarum harga tertingginya juga sampai Rp62.500 per kilogram.

Terkait dengan serapan atau pembelian tembakau, ia mengungkapkan, sejak awal pekan lalu sudah mulai melakukan pembelian.

“Kurang lebih sudah ada 300 keranjang yang sudah saya serap,” jelasnya.

Padahal katanya, di tahun-tahun sebelumnya saat kondisi normal, dalam sehari paling tidak mampu menyerap antara 400-500 keranjang tembakau

“Sekarang baru 50 keranjang, karena memang masih ada perbedaan ekspektasi harga antara pasar dengan yang diberikan oleh pabrikan,” tambahnya. (set)