Kasus Terus Meningkat, Walikota Magelang Minta Treatment Pasien Covid-19 Cukup 5 Hari Saja

EVALUASI. Pemkot Magelang bersama stakeholders terkait menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 pada PPKM Mikro pekan ke-25, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
EVALUASI. Pemkot Magelang bersama stakeholders terkait menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 pada PPKM Mikro pekan ke-25, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz meminta jajarannya untuk menajamkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Pasalnya, kasus Covid-19 di Kota Magelang terus mengalami kenaikan. Tidak hanya bed occupancy rate (BOR) di 3 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 Kota Magelang yang sudah mencapai 82,8 persen. Angka kematian Covid-19 pun bertambah drastis.

”Memang semua daerah sekarang sedang mengalami kenaikan, tidak hanya di Kota Magelang, tapi daerah lain juga. Kalau dibanding kota lain, kita masih kecil, tapi tetap harus waspada,” kata dr Aziz, saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 pekan ke-25 PPKM Mikro di Ruang Sidang Lantai II, Kantor Walikota Magelang, Senin (28/6).

Aziz menyinggung makin menipisnya tempat tidur (TT) di tiga rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 antara lain RSUD Tidar, RSJ Prof Dr Soerojo, dan RST Dr Soedjono. Untuk mengantisipasinya, diperlukan treatment yang tepat dan cepat.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, ketergunaan ranjang isolasi perawatan pasien Covid-19 di tiga rumah sakit tersebut sebagian besar dihuni oleh pasien luar Kota Magelang. Sebanyak 361 pasien terindikasi Covid-19 (suspek dan konfirmasi), 135 pasien di antaranya merupakan warga dalam kota. Sedangkan 226 orang merupakan warga luar daerah.

Lebih buruknya, tingkat kematian di Kota Magelang melonjak tajam pada PPKM Mikro pekan-25 ini. Sebanyak 9 orang terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia pada periode 20-26 Juni 2021. Jumlah ini bahkan yang terbanyak sejak kasus pertama ditemukan pada Maret 2020 lalu di Kota Magelang.

Pekan ke-23 (6-12 Juni) 7 orang meninggal dunia, pekan ke-24 (13-19 Juni) 6 orang, dan pekan ke-25 (20 Juni-26 Juni) sebanyak 9 orang. Total hingga saat ini, sebanyak 127 orang meninggal dunia.

Artikel Menarik Lainnya :  Sebelum Buka, Tempat Wisata Harus Jalani Uji Coba

Aziz pun mendorong proses treatment di rumah sakit rujukan dipercepat, agar pasien baru bisa segera tertangani. Pasien yang sudah dinyatakan mengalami penurunan risiko gejala, akan langsung dialihkan ke isolasi terpusat di RS Budi Rahayu maupun di hotel isolasi terpusat.

”Kalau biasanya treatment butuh waktu 10 hari, sekarang 5 hari saja, segera dipindah ke RS Budi Rahayu atau isolasi terpusat. TT kosong lain bisa untuk pasien baru. Sekarang ini tidak perlu waktu lama. Begitu gejala turun, langsung sembuh,” imbuh Aziz.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin yang turut dalam rapat evaluasi tersebut menjelaskan, pihaknya siap mendukung upaya Pemkot Magelang dalam menangani Covid-19.

”Sesuai arahan Polda Jawa Tengah bahwa kami diminta maksimal dalam mendukung pemerintah daerah terhadap penanganan pandemi. Adapun kami selama ini berkutat pada masalah pencegahan, edukasi masyarakat, vaksinasi, dan lain sebagainya dengan kolaborasi stakeholders lain,” ujarnya.

Rapat evaluasi ini dihadiri beberapa pihak, seperti Kodim 0705/Magelang, Polres Magelang Kota, Sekretaris Daerah Joko Budiyono, direktur rumah sakit baik swasta maupun negeri, laboratorium kesehatan, pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), dan lainnya. (wid)