Kasus Pengeroyokan Wasit di Wonosobo, Komdis Askab PSSI Jatuhkan Sanksi untuk Dynasti FC

PSSI. Komite Disiplin Askab PSSI akhirnya jatuhkan sanksi berat kepada Dynasti FC Keseneng, tidak boleh bertanding selama 5 tahun.
PSSI. Komite Disiplin Askab PSSI akhirnya jatuhkan sanksi berat kepada Dynasti FC Keseneng, tidak boleh bertanding selama 5 tahun.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kisruh pengeroyokan oleh suporter Dynasti FC Keseneng Mojotengah, terhadap asisten wasit berbuntut panjang. Komite Disiplin Askab PSSI akhirnya jatuhkan sanksi berat kepada tim tersebut. Diantaranya, tidak boleh bertanding selama 5 tahun.

Kasus pengeroyokan terhadap asisten wasit terjadi pada 27 Juni 2022 saat kesebelasan Diynasti bersua dengan Sunan Ampel FC di Lapangan Desa Sindupaten Kertek, dalam putaran liga 1 dan 2 Wonosobo tahun 2022.

“Kami sudah jatuhkan sanksi untuk Dynasti FC Keseneng. Keputusan tertuang dalam Surat Nomor 06/PO/PSSI/III/2022,” ungkap Ketua Komdis Askab PSSI Wonosobo, Sulaiman, SH, MH, kemarin saat dikonfirmasi via telepon.

Menurutnya, komite disiplin telah menerima laporan dari pengawas pertandingan, disertai dengan bukti foto, video dan juga kondisi asisten wasit yang menjadi korban. Laporan dan barang bukti tersebut telah diolah dan dibahas bersama dengan pihak pihak terkait. Kemudian diajukan dalam sidang komdis.

“Sanksi untuk Dynasti FC,  tim tidak boleh bertanding atau bermain selama 5 tahun di kegiatan pertandingan yang digelar oleh PSSI,” katanya.

Disebutkan bahwa dalam insiden tersebut, Dynasti FC telah melanggar Pasal 61 tentang tingkah laku buruk dan penganiayaan terhadap wasit. Perilaku buruk tersebut berupa kata-kata kotor yang memojokkan panitia, wasit dan juga pengawas. Padahal, itu bukan kapasitas mereka.

“Dari video yang direkam oleh pengawas pertandingan, ada penyerangan atau pengeroyokan yang dilakukan oleh suporter warga Keseneng terhadap wasit,” tandasnya.

Ditambahkan oleh pria yang akrab dipanggil Leman itu, sebelum pertandingan Liga 1 dan 2 Wonosobo tahun 2022 digelar, seluruh tim yang akan bertanding sudah menandatangani pakta integritas. Hal ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban seluruh proses pertandingan, dari awal hingga final digelar.

“Kami menjatuhkan saksi ini bersifat internal organisasi, merujuk pada aturan AD/ART atau statuta PSSI. Penjatuhan sanksi ditujukan kepada tim atau klub, terhadap sanksi yang diberikan oleh Komite Disiplin Askab Wonosobo. Mesli begitu, Dinasti FC masih memiliki peluang untuk mengajukan banding kepada pengurus pusat PSSI,” terangnya.

Pihaknya berharap, Pemkab Wonosobo untuk secepatnya membuat stadion yang standar. Agar, pertandingan resmi yang digelar oleh Askab memiliki jaminan keamanan dan keselamatan yang lebih memadai.

“Soal stadion ini kan kita akui menjadi salah satu kelemahan kita dalam menggelar pertandingan, tidak ada sekat antara suporter dengan pemain dan juga suporter lawan,” pungkasnya. (gus)