Kasus Melandai, Pemkot Magelang Segera Tutup 2 Isoter

Kasus Melandai, Pemkot Magelang Segera Tutup 2 Isoter
Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz
KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Dua tempat isolasi terpusat (isoter) di Kota Magelang bakal ditutup, seiring melandainya kasus Covid-19. Di antaranya Hotel Borobudur Indah dan Hotel Safira. Sejak Februari lalu, dua hotel tersebut dialihfungsikan sementara sebagai tempat isolasi pasien tanpa gejala Covid-19 warga Kota Magelang.
Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, hingga kemarin, tercatat jumlah pasien kedua hotel itu tidak lebih dari 20 orang. Padahal, keduanya memiliki kapasitas hingga 150 orang.
“Sebenarnya kontrak dengan kedua hotel ini selama dua bulan. Tapi bisa dievaluasi, jika kasus melandai, seperti sekarang ini,” kata dr Aziz, Jumat (11/3).
Dia menjelaskan, sejak pekan kemarin, kasus Covid-19 mulai menunjukkan penurunan signifikan. Diperkirakan mulai 14 Maret, Kota Magelang akan turun menjadi level tiga.
“Kasus aktif sekarang tidak sampai 200 orang. Ini penurunan besar, karena kemarin sempat sampai 500 kasus. Mudah-mudahan minggu depan kita level 3,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Magelang, kasus aktif saat ini tercatat 139 orang. Dari jumlah tersebut, 32 di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit, isolasi di rumah 73, isolasi terpusat 17, satu dirujuk, dan meninggal dunia sebanyak 323 kasus.
“Meski kasus sudah melandai, masyarakat tetap diminta mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat. Jangan sampai euforia berlebihan sehingga mengabaikan prokes,” kata Aziz.
Sesuai dengan Inmendagri, Kota Magelang masih menyandang status level 4 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa Bali. Kota dengan demografi 128.000 penduduk itu masuk dalam kriteria PPKM level 4, karena kasus konfirmasi baru per 100.000 penduduk minggu ini melebihi 4 kasus rata-rata per hari.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Istikomah menjelaskan, sesuai dengan petunjuk Kementerian Kesehatan, apabila keterisian isoter yang ada sudah lebih dari 50 persen maka pemerintah daerah harus menyediakan lokasi isoter baru.
“Sebaliknya jika sudah sangat sedikit, di bawah 50 persen maka isoter ini bisa ditutup. Hotel Safira contohnya, ketersediaan 104 tempat tidur tapi hanya terpakai 6 orang per hari ini,” ujarnya.
Ia membenarkan jika kasus Covid-19 di Kota Magelang mulai turun drastis dibandingkan dengan pertengahan Februari 2022 lalu. Penurunan ini, kata dia, dipengaruhi semakin banyaknya vaksinasi dosis kedua, dan booster, serta imunitas kelompok yang telah terbentuk.
“Meskipun penyebarannya tinggi, tapi tingkat keparahannya sudah sangat mengecil. Ini jadi bukti kalau kekebalan kelompok sudah tercipta di Kota Magelang. Hanya saja prokes masih harus tetap dijaga terus,” ungkapnya. (wid)