Kasus Covid-19 di Temanggung Meningkat

CUCI TANGAN. Salah satu siswa di SMK negeri di Temanggung wajib mencuci tangan sebelum memasuki wilayah sekolah.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
CUCI TANGAN. Salah satu siswa di SMK negeri di Temanggung wajib mencuci tangan sebelum memasuki wilayah sekolah.(foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

Tak Ada Tambahan Sekolah Ikuti Uji Coba PTM

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Temanggung memastikan tidak ada penambahan jumlah sekolah yang melaksanakan atau menjalankan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karena jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Temanggung mengalami peningkatan dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir ini.

Kabid Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Temanggung Wisnu Adi Purnomo mengatakan, meskipun dipastikan tidak ada penambahan jumlah sekolah, namun direncanakan akan ada penambahan siswa di sekolah yang sedang menjalankan PTM.

“Kalau untuk jumlah sekolah memang tidak ada penambahan, namun untuk jumlah siswa akan ada penambahan,” jelasnya, Selasa (27/4).

Sebagaimana diketahui, ada lima sekolah yang sedang menjalankan uji coba PTM tahap ke dua ini, yakni SMK Negeri 1 Temanggung, MAN Temanggung, SMA Negeri 1 Parakan, SMP Negeri 2 Temanggung dan MTsN Parakan.

“Di Temanggung baru lima sekolah yang sedang menjalankan PTM tahap kedua ini,” jelasnya.

Adapun pelaksanaan uji coba PTM tahap kedua ini dilaksanakan sejak 28 April hingga 6 Mei 2021 mendatang. Selama rentan waktu ini kelima sekolah tersebut dalam pengawasan baik dari pemerintah maupun Satgas Penanganan Covid-19 Temanggung.

Terkait penambahan jumlah siswa sendiri diputuskan setelah, pelaksanaan uji coba PTM yang dilakukan di lima sekolah tersebut berjalan dengan baik. Pihak sekolah juga sudah menyediakan fasilitas pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan kapasitas yang ditentukan.

“Nantinya meskipun ada penambahan jumlah siswa, namun untuk fasilitas pencegahan penyebaran, seperti tempat cuci tangan, ruangan sekolah dan lainnya sudah siap,” jelasnya.

Ia mencontohkan SMPN 2 Temanggung yang uji coba PTM tahap I dari kuota 110 siswa hanya menggunakan 96 siswa, sehingga pada uji coba tahap dua maksimal siswa yang ikut hanya dua kali jumlah siswa tahap I.

Artikel Menarik Lainnya :  Bela Petani Tembakau, Anggota DPR RI Panggah Susanto Minta Pabrikan Juga Memikirkan Nasib Petani

Wisnu menyampaikan pihaknya sudah mengajukan jumlah sekolah untuk uji coba PTM tahap II, namun Bupati maupun Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung tidak mengizinkan karena grafik kasus Covid-19 di Temanggung naik.

“Kami sudah mengajukan izin penambahan sekolah untuk uji coba PTM, yakni SMPN 1 Tlogomulyo, SMPN 1 Kandangan, dan SMPN 1 Jumo, ternyata belum mendapatkan izin,” katanya.

Arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang maksimal 2 Juni 2021 sudah PTM, dengan syarat guru sudah divaksin dan harus ada izin dari Bupati. Sehingga ketika Bupati belum mengizinkan maka PTM tidak bisa dilakukan. (set)