Kasus Covid-19 di Purworejo Naik, Masih Ada Pelangggaran Prokes

SANKSI. Sejumlah anak muda yang mangkal di kawasan Alun-alun Purworejo saat diberikan sanksi push up oleh petugas.(Foto lukman)
SANKSI. Sejumlah anak muda yang mangkal di kawasan Alun-alun Purworejo saat diberikan sanksi push up oleh petugas.(Foto lukman)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dishub dan Unit Pembantu Terpadu (UPT) Alun-alun Purworejo melakukan patroli di Alun-alun Purworejo, kemarin malam. Hasilnya, sejumlah orang yang terjaring dalam patroli tersebut diberikan teguran dan sanksi push up oleh petugas.
Kepala Satpol PP Budi Wibowo mengungkapkan, patroli di pusat keramaian tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kasus covid-19 di Kabupaten Purworejo sejak beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut diawali dengan apel kesiapan dipimpin oleh  di halaman depan kantor UPT alun-alun diikuti Satpol PP, Dishub dan UPT Alun-alun. Kemudian melaksanakan Patroli untuk sosialisasi dan edukasi tentang Prokes Covid-19 dan memberikan sanksi sosial bagi yang dengan sengaja melakukan pelanggaran Prokes.

“Tim gabungan juga mengimbau kepada para pelaku usaha sepeda hias untuk ikut partisipasi dalam menciptakan Keamanan, Ketertiban dan Keindahan (K3) dan peduli terhadap pemutus rantai penyebaran Covid-19 di Alon-alun Purworejo dengan mentaati kesepakatan bersama tentang area titik mangkal,” katanya.

Hasil dari patroli tersebut terdapat 8 anak remaja terjaring dan dihukum sosial dengan push up agar badan tetap sehat.  Sebagian pengunjung telah patuh terhadap prokes. Setelah para pelanggar selesai menjalankan hukuman, mereka disuruh meninggalkan alun-alun untuk pulang.

“Kami prihatin terhadap pademi Covid-19 yang masih terjadi peningkatan di beberapa wilayah. Dan kami juga menghimbau agar kita secara bersama-sama untuk peduli dan ikut serta dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap patuhi prokes  dengan pola 5 M, karena pandemi tidak bisa dilakukan hanya oleh petugas saja.
Menurut dia, pihaknya mengadakan kesepakatan dengan para pelaku Gowes untuk dipatuhi, sehingga tidak ada gowes yg terjaring dan diamankan oleh satpol PP.
“Semoga pandemi segera berakhir dibumi pertiwi dan khususnya Purworejo,” sebutnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Dua Pekan Diburu, Polisi Akhirnya Berhasil Amankan ODGJ

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Agung Wibowo AP mengatakan masyarakat masih diijinkan untuk mengunjungi alun-alun Purworejo, tetapi harus mematuhi protokol kesehatan. “Silahkan masyarakat Purworejo tetap mengunjungi alun-alun, asal tetap menjaga protokol Kesehatan,” jelasnya.

Warga Pangenjuru Tengah Aryanti (25) datang ke alun-alun Purworejo bersama saudaranya dari Bogor.”Saya mengantar saudara dari Bogor untuk jalan-jalan ke alun-alun. Saat itu memang alun-alun Purworejo sangat ramai sekali,” jelas Ari.

Menurutnya dia melihat patroli dari tim gabungan. Tetapi dia bersama keluarganya mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker dan tidak berkerumun, maka tidak mendapat teguran dari Satpol PP dan tim gabungan lainnya. (luk)