Kasus Covid-19 di Kota Magelang Terus Meningkat. Keterisian Isoter Hotel Borobudur Hampir Separuh

MULAI BERTAMBAH. Isoter Hotel Borobudur Kota Magelang mulai menyentuh separuh dari kapasitas bed yang tersedia hingga (foto : IST/magelang ekspres)
MULAI BERTAMBAH. Isoter Hotel Borobudur Kota Magelang mulai menyentuh separuh dari kapasitas bed yang tersedia hingga (foto : IST/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM– Satu-satunya isolasi terpusat (isoter) di Kota Magelang, yaitu Hotel Borobudur Indah terus mengalami penambahan pasien. Hingga Senin, tercatat sebanyak 30 orang tengah menjalani isolasi karena terinfeksi Covid-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, penambahan kasus temuan ini karena di sisi lain, pihaknya terus meningkatkan tracing dan testing. Sejak Kota Magelang menjalani PPKM level 2 pekan lalu, jumlah testing dan tracing dinaikkan hingga di atas rata-rata standar WHO.

“Memang sudah menjadi risikonya kalau tracing dan testing kita tambah, maka hasilnya juga akan semakin besar. Namun, ini menjadi langkah pemerintah untuk mencegah penularan yang lebih parah,” ujarnya, kemarin.

Ia menambahkan, dari pasien yang menjalani perawatan di isoter belum ditemukan indikasi kasus varian Omicron. Meskipun seluruh sampel sudah dikirimkan ke Laboratorium Salatiga.

“Semuanya masih delta, tapi belum ada omicron,” katanya.

Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, isoter Hotel Borobudur memiliki 37 kamar dengan daya tampung 74 pasien. Ia menjelaskan, kesiapan Pemkot Magelang menghadapi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 disebut lebih siap ketimbang pertengahan 2021 lalu. Seperti penyediaan tempat tidur di isoter yang akan terus ditambah jika kasus kembali mengalami lonjakan.

Beberapa faktor yang lebih membantu saat ini karena capaian vaksinasi sudah di atas 80 persen dari total penduduk, termasuk lansia dan anak-anak. Di sisi lain, para pelayan publik dan sektor esensial telah mendapatkan booster sehingga menunjang ketahanan mereka terhadap ancaman varian virus baru Omicron.

“Gelombang ketiga ini memang sudah kami antisipasi. Tenaga medis dan fasilitas sarana prasarana medis jauh lebih lengkap. Kami juga menjamin ketersediaan oksigen masih mencukupi, tak seperti pertengahan tahun lalu, sehingga kita lebih siap,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Magelang bersama Satgas Covid-19 mulai terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk mengaktifkan Satgas Jogo Tonggo. Dengan aktivasi Satgas tingkat RT/RW tersebut maka penanganan dini pencegahan Covid-19 bisa dimasifkan.

“Garda terdepan itu kan masih Satgas Jogo Tonggo. Kita imbau supaya mereka lebih aktif lagi, karena dari mereka kita bisa melakukan penanganan dini. Walaupun sebenarnya, tingkat fatalitas Covid-19 sekarang ini lebih rendah, karena faktor vaksinasi, dan kekebalan kelompok,” pungkasnya. (wid)