Kasus Covid-19 di Kota Magelang Mulai Menurun, Kesembuhan Pasien Meningkat

TURUN. Jumlah pasien di isoter Hotel Borobudur Magelang Utara, mengalami penurunan sejak pekan lalu.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
TURUN. Jumlah pasien di isoter Hotel Borobudur Magelang Utara, mengalami penurunan sejak pekan lalu.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM– Laju kasus Covid-19 di Kota Magelang mulai menunjukkan tren penurunan. Pada Sabtu (5/3) lalu hanya ada tambahan dua kasus, dan Minggu (6/3) bertambah 13 orang. Sisi baiknya, angka kesembuhan pada Senin (7/3) mencapai 61 orang.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Istikomah mengatakan, memperhatikan data terbaru, dapat terlihat jika jumlah kesembuhan lebih tinggi dibandingkan kasus harian. Sementara, untuk jumlah testing sendiri, sama sekali tidak mengalami penurunan.

“Trennya menurun sejak beberapa hari ini. Kita harapkan ke depan juga akan terus turun,” kata dr Istikomah, Senin (7/3).

Dia menjelaskan, hingga saat ini Covid-19 telah menyerang 7.805 jiwa warga di Kota Magelang dengan rincian, 7.036 sembuh, kasus aktif 449, dirawat 105 orang, isolasi mandiri sebanyak 264, isolasi terpusat 20 orang, dirujuk 2 orang, dan meninggal dunia 320 jiwa.

“Sedangkan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 masih longgar dengan 46 persen. Dari jumlah itu, 58 orang yang dirawat merupakan pasien berasal dari luar Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jumlah tempat tidur tersisa dari 4 rumah sakit rujukan, yaitu RSUD Tidar terdapat 54 tempat. Kemudian RST dr Soedjono tersisa 58 tempat tidur, RSJP Prof Dr Soerojo tersisa 37 tempat tidur, dan RSUD Budi Rahayu tersisa 31 tempat tidur.

“Secara total jumlah tempat tidur isolasi Covid-19 rumah sakit di Kota Magelang masih tersisa 180 tempat tidur,” kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang itu.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari penjaga isolasi terpusat (isoter) di dua tempat, Hotel Borobudur Indah per 6 Maret 2022 mencatat 10 pasien dan masih tersisa 30 kamar. Kemudian Hotel Shafira total ada 9 pasien dan tersisa 42 kamar kosong.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan akan segera melakukan evaluasi terkait pemanfaatan isoter. Jika dalam beberapa waktu ke depan, jumlah pasien semakin turun, seiring dengan tingkat kesembuhan yang tinggi, dan angka keparahan yang turun, maka pihaknya akan menonaktifkan satu dari dua tempat isoter tersebut.

“Kita lihat perkembangan ke depan. Kalau sekarang masih kita perpanjang, karena masih ada beberapa pasien yang berada di isoter itu. Kita pastikan setelah benar-benar kosong, lalu akan dievaluasi,” ucapnya. (wid)