Kasus Covid-19 di Kota Magelang Melonjak, Hotel Borobudur dan Safira Digunakan untuk Isolasi

KESIAPAN. Sekda Kota Magelang Joko Budiyono memastikan segala kesiapan di Hotel Safira, menyusul dijadikannya hotel itu sebagai lokasi isolasi terpusat baru Covid-19 di Kota Magelang. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
KESIAPAN. Sekda Kota Magelang Joko Budiyono memastikan segala kesiapan di Hotel Safira, menyusul dijadikannya hotel itu sebagai lokasi isolasi terpusat baru Covid-19 di Kota Magelang. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Kota Magelang mulai penuh. Tidak hanya RS, BOR karantina terpusat di Hotel Borobudur, Jalan A Yani Kota Magelang, yang dibuka sejak 15 Juni lalu saat ini telah terisi 100 persen. Oleh karena itu, Pemkot Magelang membuka kembali isolasi terpusat bagi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 di Hotel Safira, Jalan Gatot Soebroto dengan kapasitas 104 tempat tidur (TT).

“Dibuka mulai hari ini (kemarin) dengan kapasitas 104 orang. Saya datang untuk meninjau, sekaligus melihat sejauh mana persiapannya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono saat meninjau lokasi isolasi terpusat baru di Hotel Safira, Minggu (20/6).

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang tersebut menjelaskan, kondisi isolasi terpusat di Hotel Borobudur sudah penuh sejak Sabtu (19/6). Penyebabnya yaitu lonjakan besar kasus Covid-19. Bahkan, pekan ini termasuk yang terbesar sejak kasus pertama ditemukan Maret 2020 lalu.

“Minggu ini menjadi yang terbesar selama penanganan pandemi Covid-19 di Kota Magelang berlangsung. Sejak Senin (14/6) sampai Sabtu (19/6), ditemukan lebih dari 200 kasus. Padahal sebelumnya, di wilayah ini konsisten hanya belasan dan paling banyak 80-an per pekan, tapi sekarang sudah tiga digit,” jelasnya.

Demikian halnya dengan RS rujukan, meski hanya menangani pasien Covid-19 bergejala, tetapi kapasitasnya makin menipis. Tadinya, RSUD Tidar dapat menampung pasien bergejala ringan hingga berat. Namun saat ini, RS plat merah itu hanya menangani pasien dengan gejala menengah sampai berat saja.

“Kondisi di RSUD Tidar sudah penuh. Tenaga kesehatan sedang fokus untuk treatment pasien di RSUD Tidar supaya gejalanya semakin turun, sehingga kita arahkan ke RS Budi Rahayu. Kalau semakin membaik kita arahkan isolasi terpusat di hotel,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Jokowi dan Anak Buahnya Divonis Bersalah Langgar Hukum Polusi Udara

Ia menambahkan, Hotel Safira mulai Minggu (20/6) sudah dipastikan ditutup untuk umum. Hotel dengan kapasitas 52 kamar di tiga lantai itu, seluruhnya difungsikan untuk isolasi terpusat OTG Covid-19.

“Isolasi terpusat lebih terawasi dan terpantau karena kita jaga 24 jam. Kami terjunkan Linmas 6 personel, tenaga kesehatan, dan dokter puskesmas yang akan memantau. Tim juga memperhatikan asupan makanan, harus makan tiga kali sehari. Tidak usah khawatir, karena biayanya sudah ditanggung APBD Kota Magelang,” tuturnya.

Ia menduga, tingginya kasus di bulan Juni ini terjadi karena mobilitas warga yang meningkat pascalibur lebaran lalu. Ditambah, kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan menjalankan 5M juga mulai turun.

“Ini yang akan terus kita genjot supaya keterlibatan Satgas Jogo Tonggo optimal lagi, sehingga kesadaran warga untuk disiplin dan patuh terhadap prokes jadi tinggi pula,” katanya.

Di samping faktor mobilitas yang tinggi, Joko menyebut, faktor penyebab lonjakan kasus juga karena penyebarannya semakin merata. Ia mengatakan jika saat ini sudah tak lagi memakai istilah klaster.

“Saking susahnya dilacak, sehingga tidak ada klaster lagi. Walaupun di Kota Magelang hanya Kedungsari satu-satunya zona merah, tapi rata-rata sudah tinggi penyebarannya,” paparnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Intan Suryahati menambahkan, 23 pasien OTG mulai menjalani isolasi terpusat di Hotel Safira, Minggu (20/6).

“Iya, kami buka isolasi terpusat karena tracing kontak erat dan tes swab yang terus ditambah akan mengakibatkan temuan positif semakin banyak pula,” katanya. (wid)