Kasihan Petani! Puncak Panen, Harga Tembakau di Temanggung Masih Rendah

PERDAGANGAN. Petani dan pedagang tembakau sedang bertransaksi di salah satu gudang tembakau di Temanggung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
PERDAGANGAN. Petani dan pedagang tembakau sedang bertransaksi di salah satu gudang tembakau di Temanggung. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Memasuki puncak panen, harga tembakau di tingkat petani belum menunjukan perubahan yang berarti. Hingga saat ini harga tembakau rajangan kering masih dibeli dengan harga Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Ahmad (35) salah satu petani tembakau di Kecamatan Kledung menuturkan, saat ini kualitas tembakau yang diolah petani sudah semakin bagus, karena rata-rata tembakau yang dipetik sudah masuk petikan ke 4.

“Kalau bahasa petaninya sudah tengokan, jadi kualitasnya sudah bagus,” tuturnya, Jumat (10/9).

Ia menjelaskan, meningkatnya kualitas tembakau ini ditunjukan pada daun tembakau yang sudah berumur. Secara fisik daunya juga sudah tebal, kandungan nikotinnya juga sudah tinggi.

Daun tembakau dengan ciri-ciri tersebut jika diolah menjadi tembakau rajangan kering bisa dipastikan kualitasnya akan bagus, biasanya saat sudah kering masuk ke grade D.

“Tembakau saat ini sebagian besar sudah masuk grade D, bahkan ada yang sudah lebih dari grade D,” jelasnya.

Hanya saja kata Ahmad, harga tembakau di tingkat petani saat ini jauh dari harapan. Meskipun grade-nya sudah masuk grade D, namun harganya masih berkisar antara Rp55.000 hingga Rp60.000 Per kilogram.

Padahal katanya, pada panen raya sebelum pandemi COVID-19, tembakau dengan kualitas yang sama sudah laku terjual lebih dari Rp80.000 per kilogram.

“Rata-rata saat ini harga tembakau ya di harga Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram, padahal kualitas tembakau nya sudah bagus,” keluhnya.

Senada diungkapkan oleh Slamet (43) petani lainnya. Sejak awal panen raya hingga saat ini memang belum ada perubahan harga yang signifikan. Awal panen raya lalu harga berkisar antara Rp35.000 sampai Rp45.000 per kilogram, harga tersebut untuk tembakau kualitas B dan C.

Artikel Menarik Lainnya :  2 Pekan, PTM di Temanggung Berjalan Lancar

Ia mengaku tidak mengetahui persis sebab musabab rendahnya harga tembakau saat ini, karena kalau jika dilihat dari kualitasnya seharusnya harga sudah semakin bagus. Namun pada kenyataannya harga masih rendah.

“Tahun 2018 itu kondisi tembakau juga kurang menguntungkan petani, tapi harga tembakau tidak separah tahun ini,” katanya.

Ia berharap, harga tembakau memasuki puncak panen raya hingga akhir panen raya mendatang bisa semakin membaik. Sebab jika tidak dipastikan petani akan menanggung kerugian yang cukup banyak. (set)