Karena Nilai Sejarahnya, Situs Liyangan Layak jadi Cagar Budaya Nasional

Sejumlah peserta serius mengikuti FGD di aula Hotel Aliyana, Jumat (19/11). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
SERIUS. Sejumlah peserta serius mengikuti FGD di aula Hotel Aliyana, Jumat (19/11). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Nilai sejarah yang terkandung di Situs Liyangan di Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo menjadi salah satu alasan kuat situs ini diangkat menjadi cagar budaya nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pelindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek Irine Dewiyanti usai pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Zonasi Situs Cagar Budaya Liyangan di Hotel Aliyana TemanggungTemanggung, Jumat (19/11).

Ia mengatakan, selama ini Situs Liyangan memang masih menjadi cagar budaya kabupaten, namun demikian nilai sejarah yang terkandung dalam situs peninggalan Mataram Kuno ini sangat komplek. Sehingga tidak menutup kemungkinan situs ini menjadi salah satu cagar budaya nasional.

“Situs Liyangan ini strategis, mempunyai nilai yang begitu penting untuk peninggalan Mataran Kuno sehingga sebenarnya itu bisa ke peringkat nasional,” kata Irene.

Dikatakan, dengan FGD seperti ini maka akan diperoleh pandangan terhadap Situs Liyangan, dan hasilnya bisa sebagai salah satu upaya ketika satu situs cagar budaya itu sudah ditetapkan harus ditindaklanjuti lagi dalam konteks pelestarian atau perlindungannya.

Dalam konteks pelindungan itu, katanya harus dilakukan zonasi untuk menentukan batas-batas ruang, ada zona inti, penyangga, dan zona pengembangan.

“Jadi kegiatan ini upaya awal untuk pelindungannya sehingga kalau sudah ditetapkan harus terjaga, kalau zona inti itu tidak boleh ada aktivitas apa pun. Jadi tidak bisa sembarang orang masuk,” katanya.

Ia menyampaikan hasil kajian zonasi harus disepakati bersama, maka dilakukan FGD ini yang melibatkan berbagai pihak terkait dengan Situs Liyangan.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah Sukron Edi mengatakan untuk pengajuan suatu situs yang mau ditingkatkan peringkatnya menjadi peringkat nasional, harus diawali permintaan oleh bupati kemudian dikirimkan ke Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek.

Artikel Menarik Lainnya :  Angkat Ribuan Guru P3K, Inilah Cara Pemkab Temanggung Penuhi Kekurangan Guru

Di Direktorat Jenderal Kebudayaan itu ada tim Ahli Cagar Budaya Nasional. Tim tersebut akan mengkaji nilai-nilai penting, terutama berkaitan dengan peringkat nasional.

“Situs Liyangan ini sungguh luar biasa nilai pentingnya, dimulai dengan tempat situs peradaban, ada tempat permukiman, tempat ritual, tempat pertanian. Nilai-nilai penting itulah yang tidak dimiliki oleh situs lainnya dan tinggalan-tinggalan itu masih ada di Liyangan sehingga ini potensi sekali bahwa Liyangan itu bukan hanya untuk peringkat kabupaten tetapi juga peringkat nasional,” katanya.

Setelah menjadi tingkat nasional diharapkan kerja sama dari berbagai pihak, dari Kemendikbudristek, Pemkab Temanggung, kemudian dari masyarakat, komunitas dan kementerian-kementerian terkait harus saling mendukung untuk memajukan Situs Liyangan.

“Karena itu mungkin kalau dikelola dengan baik bisa sama seperti Borobodur lengkap dengan nilai-nilai pentingnya yang laur biasa itu,” harapnya. (set)