KAMPUNG TANGGUH KOTA MAGELANG , RW 01 Potrosaran Konsisten Terapkan PPKM Mikro Cegah Covid-19

DISINFEKTAN. Ketua RW 01 Potrosaran, Endro Catur Yulianto turut melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah area perumahan di kawasan itu.

MAGELANGEKSPRES.COM,PERAN dan kerja sama dari kelompok masyarakat dalam menanggulangi Covid-19 dinilai sangat penting saat ini. Oleh karena itu, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan pendekatan berbasis mikro mendapat sambutan positif.

Salah satunya, masyarakat Kampung Potrosaran, Kelurahan Potrobangsan, Magelang Utara. Masyarakat di sana rupayanya telah menerapkan PPKM mikro, tingkat RT sejak awal pandemi Covid-19 setahun yang lalu.

“Awalnya kami membentuk penguatan penanganan Covid-19 di Potrosaran, dengan mendirikan posko Covid-19. Itu dilakukan di awal pandemi. Sekarang jika pemerintah meminta kami menerapkan kembali, yang tinggal melanjutkan, karena pada dasarnya upaya ini sudah kami tempuh sejak awal,” kata Ketua RW 01 Potrosaran, Potrobangsan, Endro Catur Yulianto, Senin (8/2).

Ia menjelaskan, eksistensi Satgas Jogo Tonggo dan Kampung Tangguh di Potrosaran masih begitu kompak. Posko Covid-19 juga masih menunaikan perannya untuk selalu berkoordinasi, memantau, mengawasi penanganan Covid-19 di tingkat mikro dan lokal lingkungan.

“Di samping itu kami senantiasa melakukan pendekatan kepada anak-anak muda di Potrosaran, sehingga terbentuk Potrosaran Siji Loro (Potjziro), yang terdiri dari para anak muda menyambung program Jogo Tonggo dan Kampung Tangguh,” ujarnya.

Mereka yang terlibat dalam Potjziro, kata Endro, tidak hanya mengedukasi warga agar selalu memperhatikan protokol kesehatan. Lebih dari itu, aksi-aksi nyata dan kepedulian terhadap sesama, terus dipraktikkan.

“Potjziro ini adalah komunitas anak-anak muda yang juga masuk dalam Satgas Jogo Tonggo. Mereka punya grup Whatsapp, jadi begitu menerima info, mereka langsung bergerak, tanpa diminta,” ucapnya.

Salah satu sikap yang dilakukan Potjziro adalah aktif berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat. Mereka berpartisipasi melaporkan warga yang punya gejala Covid-19 kepada fasilitas kesehatan (faskes).

Artikel Menarik Lainnya :  Hari Pertama PTM, Siswa SMP Mutual Langsung Ujian

Baca Juga
Sisa Vaksin 24 Persen, SDMK Prioritas

“Jika ada warga di sini yang terpapar, warga langsung bergerak, memberikan pendampingan dan kepedulian. Bagaimana ikhtiar kita supaya yang bersangkutan tidak stress. Pokoknya, kita men-support warga yang terpapar,” terangnya.

Menurutnya, dengan kepedulian, maka akan timbul keinginan dari hati para penyintas Covid-19 agar patuh terhadap pedoman kesehatan, seperti karantina mandiri, tidak bepergian, dan berkontak dengan orang lain, terlebih dahulu.

“Kepedulian kami wujudkan dengan perhatian para penyintas Covid-19 supaya tidak keluar rumah dulu. Lalu kita juga aktif melaporkan perkembangan karantina mandiri, ke faskes terdekat. Tidak jarang, dokter-dokter sering datang ke rumah-rumah warga yang sedang karantina,” katanya.

Bahkan, warga Potrosaran tidak khawatir jika harus mengantar pasien Covid-19 ke rumah sakit atau faskes.

“Kalau memang kondisinya mendesak, kita sudah hubungi faskes tapi responsnya lama, ya akhirnya warga memakai alat pelindung diri (APD) yang mengantar pasien. Supaya bisa cepat tertangani,” terangnya.

Ditambahkan Ketua RT 03, RW 01, Potrosaran, Abbot Sudaryatno bahwa secara sukarela warga setempat turut mengawasi perkembangan para penyintas Covid-19 yang tengah menjalani karantina.

“Kita bahkan bantu mengedukasi mereka dan menghitung hari. Kalau sudah 14 hari, kita usahakan supaya mendapatkan surat selesai isolasi. Walaupun untuk bantuan sembako, Satgas Jogo Tonggo Potrosaran belum bisa mewujudkannya, karena keterbatasan dana,” ujarnya.

Di lain sisi, pihaknya masih konsisten melakukan penyemprotan disinfektan setiap dua pekan sekali. Kemudian, pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun bantuan Pemkot Magelang terhadap warga luar yang kebetulan datang ke Kampung Potrosaran.

“Kalau ada warga yang tidak memakai masker, kita berikan secara cuma-cuma. Lalu kami juga berikan edukasi, pentingnya masker, menjaga jarak, dan cuci tangan. Bersyukurnya, sekarang semua warga rata-rata sudah menerapkan 3M, sehingga penularan Covid-19 di Potrosaran terus menurun,” tuturnya. (prokompim/kotamgl)

Artikel Menarik Lainnya :  290 Pemain Muda Bersaing Masuk Skuad PPSM Sakti