Kampanyekan Ketertiban Lewat Bagi-bagi Takjil

Kampanyekan Ketertiban Lewat Bagi-bagi Takjil
TAKJIL. Kasat Lantas AKP Marwanto beserta jajarannya saat membagi-bagikan takjil dan brosur tentang ketertiban berlalu lintas di Jalan A Yani, Alun-alun Utara, Kota Magelang, kemarin.

MAGELANG TENGAH – Sejumlah pengendara yang melintas di Ahmad Yani, Alun-alun Utara Kota Magelang, tampak kaget, kemarin. Pasalnya, belasan anggota kepolisian berjejer mencegat para pengendara.

Tidak sedikit dari para pengendara ini berbelok dan menepi, lantaran menduga jejeran anggota kepolisian dari Satlantas Polres Magelang Kota tengah mengadakan razia lalu lintas. Padahal, keberadaan petugas menjelang waktu buka puasa, Selasa (14/5) petang untuk memeriahkan bulan Ramadan dan semangat berbagi ke sesama.

”Kita bagi-bagi takjil, sebagai perwujudan kepedulian sesama, dan memudahkan pengendara yang berpuasa untuk berbuka di perjalanan jauh. Dari aksi ini kami juga selipkan sosialisasi keselamatan berkendara, kepada pengendara terutama roda dua,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi melalui Kasat Lantas AKP Marwanto.

Ia menambahkan bahwa aksi bagi-bagi menu untuk berbuka puasa itu sebagai bentuk apresiasi pihaknya bagi para pengendara yang telah tertib berlalu lintas. Ia juga berterimakasih kepada warga Kota Magelang yang telah mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas pada aktivitas berkendaraannya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk bisa selalu menaati dan mematuhi semua aturan lalu lintas yang berlaku tanpa terkecuali. Sebab, aturan yang telah berlaku pada berlalulintas semata-mata untuk keselamatan para pengendara itu sendiri.

”Rata-rata kecelakaan lalu lintas diawali oleh pelanggaran berkendara yang dilakukan oleh para pengendara. Mari tetap jaga keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran berlalu lintas (kamtibselcarlantas),” ujar Marwanto.

Dia berharap pada Ramadan tahun ini jajarannya berhasil menekan angka kecelakaan secara maksimal. Untuk tahun ini, lanjutnya, kecelakaan nihil terjadi sejak awal Ramadan.

”Kecelakaan belum ada, tapi beberapa titik tetap perlu kewaspadaan karena padat, seperti di seputaran Alun-alun. Karena itu, kami selalu tempatkan 3-5 personel di kawasan Alun-alun, juga tempat lain yang sering dipadati kendaraan,” tuturnya.

Salah satu pengendara, Riko Sujatmiko (22) mengaku kaget karena dirinya diberhentikan oleh petugas ketika melintas di Jalan A Yani, Alun-alun Utara. Walaupun ia membawa surat lengkap, tapi rasa kagetnya tetap saja dia alami.

”Awalnya kaget, saya salah apa di jalan, kok dicegat. Apalagi wajahnya Pak Polisi agak diserem-seremin gitu, makin tambah kaget. Nggak tahunya, tiba-tiba mereka tertawa dan saya mendapat takjil. Serem tapi lucu juga sih,” akunya. (wid)