Kalah di Final Cabor Sepakbola Temanggung Juara 2

Kalah di Final Cabor Sepakbola Temanggung Juara 2
Kontingen muda dari Cabor Sepakbola Kabupaten Temanggung berhasil duduk sebagai runner up pada perhelatan Popda tingkat eks Karisidenan Kedu tahun 2022. Foto: rizal ifan chanaris.

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Kontingen muda Kabupaten Temanggung dari cabang olahraga sepakbola putera harus puas duduk sebagai runner up atau hanya menyabet predikat juara ke dua dalam gelaran Popda tahun 2022 tingkat eks Karisidenan Kedu.

Hasil tersebut menyusul kekalahan dengan skor cukup mencolok, 5-0 di partai final dari tim tuan rumah Kabupaten Magelang di Stadion Gemilang pada Selasa (24/05/2022) sore.

Wakil Ketua Komite Pembinaan Usia Muda Askab PSSI Temanggung, Eko Haryanto mengaku bahwa hasil tersebut dianggap merupakan raihan maksimal mengingat faktor persiapan yang dianggap kurang maksimal.

“Tim sepakbola Popda ini para pemainnya berisikan pelajar kelahiran tahun 2005. Kami pihak Askab PSSI sifatnya adalah membantu persiapan tim karena even tersebut merupakan ranah dari Dinas Pendidikan setempat. Meski hanya duduk sebagai juara ke dua, kami cukup puas melihat penampilan tim di lapangan,” jelasnya kepada Magelang Ekspres, Rabu (25/05/2022).

Dalam perjalanannya, Popda tahun 2022 cabor sepakbola, tim Kabupaten Temanggung harus bersaing dengan lima daerah lain. Yakni Kabupaten Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Magelang, dan Kota Magelang.

Menyandang predikat sebagai juara bertahan di ajang yang sama sebelumnya, Kabupaten Temanggung mengawali perjuangan di Grup B melawan Magelang Kota dan Kabupaten Kebumen.

Mereka lolos ke semifinal dengan mengkandaskan tim dari Kota Magelang melalui drama adu penalti setelah di waktu normal keduanya hanya mampu bermain imbang 1-1.

Sayang di partai final, faktor fisik menjadi pembeda. Hingga akhirnya tim Kabupaten Temanggung harus bertekuk lutut dari tuang rumah Kabupaten Magelang yang bermain lepas di kandang mereka sendiri.

“Secara teknik lapangan permainan kami sudah cukup bagus. Sayang memang faktor kelelahan yang menjadi penyebab kami kalah di partai puncak dan harus merelakan gelar berpindah ke Kabupaten Magelang,” bebernya.

Sementara itu, kendati hanya menjadi runner up, namun Ketua Umum Askab PSSI Temanggung, Yunianto sangat mengapresiasi perjuangan tim muda dari daerah berjuluk “Tanah Swadaya Bhumi Phala” itu.

“Perjalanan masih panjang, setidaknya kita berhasil mengulang cerita lolos sampai partai puncak meski akhirnya harus kalah dari Kabupaten Magelang. Apalagi ini adalah tim muda berisikan para pelajar yang memiliki prospek panjang ke depan. Khususnya cabor sepakbola,” pungkasnya. (riz)