Kabupaten Tegal Masuk Zona Merah

YERI NOVELI/RADAR SLAWI KETERANGAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal dr Joko Wantoro memberikan keterangan,
YERI NOVELI/RADAR SLAWI KETERANGAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal dr Joko Wantoro memberikan keterangan,

MAGELANGEKSPRES.COM,TEGAL – Wilayah Kabupaten Tegal saat ini berstatus zona merah Corona Virus Disease (Covid-19). Hal itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal dr Joko Wantoro, saat menggelar konfrensi press di ruang Media Center Humas Setda Kabupaten Tegal, Kamis (16/4) sore. Joko menjelaskan, zona merah adalah daerah yang sudah ada pasien terkonfirm atau positif terinfeksi virus corona. Sedangkan di Kabupaten Tegal, kasus corona jumlahnya semakin bertambah. Dari sebelumnya hanya 6 orang, sekarang menjadi 8 orang. Dari jumlah itu, satu pasien meninggal dunia berusia 59 tahun berjenis kelamin perempuan. “Per Kamis, kemarin, ada 2 warga lagi yang positif corona,” katanya. Menurut Joko, para pasien itu saat ini dirawat intensif di ruang isolasi RSUD dr Soeselo Slawi. Sedangkan untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 93 orang. Dari jumlah itu, 50 orang diantaranya sudah diswab. Tapi hasilnya masih menunggu giliran. Para PDP itu dirawat dirumah sakit yang beberda. Sebagian di RSUD Soeselo dan RSUD Suradadi, sisanya di RS Mitra Siaga dan beberapa RS lainnya. “Kemarin ada 3 PDP yang meninggal dunia. Dan hasil swabnya baru keluar ternyata negatif,” sambung Joko. Dia menambahkan, untuk jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) hanya menyisakan 75 orang dari sebelumnya 704 orang. “629 ODP sudah membaik dan pulang. Sekarang sisa 75 orang,” imbuhnya. Terpisah, Kepala Desa Brekat, Kecamatan Tarub Purwanto menambahkan jika salah satu warganya yang sehari-hari bekerja sebagai driver online di Jakarta dinyatakan positif corona, Kamis (16/4) pagi. Sebelumnya, warganya yang berusia 49 tahun sempat diisolasi di RSUD dr Soeselo sebelum pulang ke rumah, Rabu (15/4) sekitar pukul 23.00. Ssoknya, dia dijemput oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal. “Untuk istri dan anak korban saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah,” pungkasnya. (yer/gun)