Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Wonosobo Peringkat Dua Jateng

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Wonosobo Peringkat Dua Jateng
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Wonosobo Peringkat Dua Jateng

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO- Jumlah pasien positif corona di Kabupaten Wonosobo kembali bertambah. Jumlahnya sementara saat ini sudah mencapai 56 orang. Dengan jumlah tersebut, kabupaten tersebut menduduki peringkat kedua di Jawa Tengah (Jateng). Masyarakat diimbau untuk semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Hari ini tambah dua pasien positif dari Kecamatan Mojotengah, dari kontak erat klaster Gowa Sulawesi Selatan dan Kalimantan,” ungkap Jubir Gugus Tugas Pencegahan dan Penangan Covid 19 Wonosobo, dr. Mohammad Riyatno kemarin.

Menurutnya, meski ada penambahan pasien positif akan tetapi jumlah pasien sembuh juga terus bertambah. Total hingga saat ini, pasien yang sembuh mencapai 14 orang. Sedangkan pasien PDP sebanyak 157 orang, 88 orang sembuh, 4 meninggal dan 56 jalani perawatan di rumah sakit

“Kita masih menunggu 13 orang hasil swab yang kita harapkan hasilnya negatif semua. Semoga tidak ada pertambahan jumlah konfirmasi, sehingga semakin bisa dikendalikan,” katanya.

Namun dari pihak gugus tugas untuk menghimbau, meski tren ada pelambatan jumlah pasien positif, tapi itu belum bebas. Yang paling utaman penggunaan masker, cuci tangan dan menjaga jarak saat berada di arena luar rumah.

Baca Juga
Penjemputan 3 Orang Positif Corona di Kabupaten Magelang Sempat Diisukan Sebagai Penculikan

“Penyebaran sudah ada di lingkaran ketiga, ada transmisi kontak erat dengan mereka yang kontak erat dengan pelaku, sehingga perlu diwaspadai,” katanya.

Untuk pelacakan atau treking terhadap klaster dominan yaitu klaster Gowa yang mendominasi 50 persen lebih pasien positif di Wonosobo. Pihaknya mengaku telah berhasil  melacak 60 orang pelaku perjalanan dari Gowa.

Dijelaskan pelaku ada 21 orang yang positif waktu itu, dan 11 sisanya adalah kontak erat. Kesuksesan gugus tugas dan relawan melacak pelaku tersebut ternyata mendapat respon dari gubernur Jateng.

“Ternyata di Jateng pelaku dari Gowa jumlahnya ribuan. Sehingga, tren di kabupaten lain meningkat, kita dijadikan sebagai tolak ukur. Kemudian dikonsentarasikan untuk pelaku perjalanan dari Gowa, dicek semua, mulai kegiatan apa saja dan alat transportasi yang digunakan,” terangnya.

Berkaitan dengan puncak arus mudik masih susah diprediksi, pelaku perjalanan yang ditemukan mencapai 37 ribu lebih, pihaknya  belum bisa mengkategorikan pelaku mudik berapa orang. Apalagi sekarang pemberian memberikan kelonggaran untuk membuka akses transportasi umum.

“Jadi kita belum bisa memasitkan kapan puncak arus mudik ini, tergantung daerah lain. Kalau masih konsisten tidak mudik ya tentu akan memberikan dampak yang baik,” katanya.

Jubir Gugus Tugas Covid 19 Wonosobo juga tidak menampik bahwa Kabupaten Wonosobo saat ini menduduki rangking kedua jumla pasien terbanyak di Jateng. Namun angka itu masih sementara seba bisa jadi daerah lain dalam waktu dekat akan meningkat.

“Saat ini kita masih rangking dua di Jateng, setelah Semarang. Tapi jika melihat daerah lain meningkat,  saat kita mulai melandai,” pungkasnya. (gus)