Juara Lomba Krenova dan Riset Daerah Terima Penghargaan dari Bupati

Para juara Lomba Krenova dan Lomba Riset Daerah Tahun 2021 menerima penghargaan dari Bupati Purworejo di Ruang Arahiwang Purworejo, kemarin. (Foto: eko)
PENGHARGAAN. Para juara Lomba Krenova dan Lomba Riset Daerah Tahun 2021 menerima penghargaan dari Bupati Purworejo di Ruang Arahiwang Purworejo, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purworejo menggelar Penganugerahan Penghargaan Lomba Kreativitas Inovasi Masyarakat (Krenova) dan Lomba Riset Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2021 di Ruang Arahiwang Purworejo, Selasa (23/11).

Penyerahan penghargaan berupa trofi dan uang pembinaan kepada para juara dilakukan langsung oleh Bupati Purworejo, RH Agus Bastian SE MM, disaksikan sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, dewan juri masing-masing lomba, serta Ketua Dewan Riset Daerah Dr Eko Suwardi MSc PhD.

Ada 6 peringkat terbaik penerima penghargaan Lomba Krenova dan 2 pemenang Lomba Riset Daerah. Pada Lomba Krenova, Juara 1 diraih Randi Eka Yonida dengan inovasi rancang bangun platform “Bantu Guru”, juara 2 diraih tim Sri Susilowati dengan inovasi Organic Coconut Syrup, dan Juara 3 diraih tim Fiersta Endar Permata dengan inovasi “Clorotan” yang mengangkat makanan tradisional clorot menjadi lebih kekinian dengan aneka rasa dan tampilan.

Berikutnya,  juara harapan 1-3 berurutan yakni tim Banun Palupi dengan karya tahu organik, tim Mustafid dengan karya teknologi pompa air tenaga kincir, serta tim Siti Nurfaizatu Zahro dengan karya inovasi beton berpori material pengurang risiko bencana banjir dan kekeringan.

Pada Lomba Riset Daerah, Juara pertama diraih oleh tim Universitas Widya Dharma Klaten dengan judul riset Pemetaan Posisi Keunggulan Daya Saing Desa Wisata di Kabupaten Purworejo Berbasis Keunikan Potensi Lokal. Juara kedua disabet tim STIE Rajawali Purworejo dengan riset Model Pengembangan Triple Helix dalam Peningkatan Pemasaran Industri Panahan di Desa Krandegan.

Kepala Bappeda Purworejo, Ir Bambang Jati Asmara MT MA, dalam laporannya menyebut seleksi atau penilaian kedua lomba dilakukan secara ketat dan objektif dengan melibatkan pihak-pihak terkait yang kompeten di bidangnya. Lomba Krenova merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai apresiasi kepada para mitra dan inovator atau inventor yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi bagi masyarakat luas. Sejak tahun 2016, adanya kompetesi tersebut telah melahirkan beragam  kreativitas dan inovasi yang mampu berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional.

Artikel Menarik Lainnya :  Gawat! Tujuh Kecamatan di Purworejo Terdeteksi Bahaya Narkotika

Sementara untuk Lomba Riset Daerah baru digelar perdana tahun ini. Tujuannya antara lain mengembangkan inovasi dan teknologi, serta menghasilkan keluaran riset terapan yang dapat memberikan kontribusi ilmiah  sebagai rujukan bagi perencanaan pembangunan di Kabupaten Purworejo.

“Dengan adanya Lomba Riset Daerah harapannya kerja sama antara Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi akan lebih baik lagi. Selanjutnya para pemenang Lomba Krenova akan mewakili Purworejo dalam lomba serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022,” jelasnya.

Bupati Agus Bastian dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Bappeda dalam menjaring dan memunculkan inventor dan inovator handal serta hasil riset berkualitas melalui kedua lomba. Menurutnya, saat ini dunia telah memasuki era revolusi 4.0 yang ditandai dengan berkembangnya Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AT) atau kecerdasan buatan, komputasi awan, pertukaran data terkini serta semua yang berbasis virtual. Upaya untuk menyiapkan diri dalam menghadapi era 4.0 turut dilaksanakan oleh Kabupaten Purworejo.

“Salah satunya dengan mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat dalam pengembangan produk berbasis teknologi,” ungkapnya.

Terkait Lomba Krenova, bupati berharap dapat menjangkau seluruh pelaku inovasi untuk dapat berkontribusi guna peningkatan daya saing ekonomi daerah dan kemandirian masyarakat. Selain itu juga mendorong kreativitas dan inovasi dalam membangun industri kreatif dengan tetap memanfaatkan sumber daya lokal.

“Saya berharap hasil dari lomba-lomba tersebut bisa diaplikasikan dalam tataran empirik, agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” tandasnya. (top)