Jokowi : Segera Habiskan Stok Vaksin!, Baru 16.217.855 orang Divaksin

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas secara virtual mengenai evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 16 Juli 2021. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas secara virtual mengenai evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 16 Juli 2021. (Foto: BPMI Setpres)

MAGELANGEKSPRES.COM, JAKARTA – Kekebalan komunal alias herd immunity menjadi target utama pemerintah. Stok vaksin COVID-19 yang masih ada, harus segera diberikan kepada masyarakat. Tidak ada lagi, stok yang disimpan.

“Saya minta Menkes disampaikan sampai organisasi terbawah bahwa tidak ada stok untuk vaksin. Artinya dikirim, habiskan. Dikirim, habiskan. Karena kita ingin mengejar vaksinasi ini secepat-cepatnya,” kata Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/7).

Jokowi menegaskan stok vaksin hanya ada di Bio Farma. Sedangkan vaksin yang telah didistribusikan melalui pemerintah daerah, TNI/Polri di lapangan harus segera dimanfaatkan guna vaksinasi publik.

Kepala negara mencatat data vaksin jadi maupun bahan baku yang telah masuk ke Indonesia sebanyak 137 juta dosis. Sedangkan penyuntikan vaksinasi sebesar 54 juta dosis.

“Artinya stok yang ada, baik di Bio Farma maupun di kemenkes atau mungkin di provinsi, kabupaten, kota, rumah sakit, puskesmas-puskesmas, terlalu besar,” paparnya.

Jokowi menekankan salah satu kunci menyelesaikan pandemi COVID-19 adalah kecepatan vaksinasi. Mantan Gubernur DKI ini meminta agar vaksinasi dari pintu ke pintu juga diteruskan.

Jokowi menyampaikan agar ada prioritas wilayah untuk melakukan vaksinasi. “Di Bali sudah 81 persen dosis disuntikkan. Lalu, DKI Jakarta 72 persen. Ini saya kira Agustus selesai masuk herd immunity. Kemudian provinsi mana yang sekarang harus kita fokuskan. Menurut saya tiga. Yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten. Karena Jawa Barat baru 12 persen, Jateng 14 persen, Banten 14 persen. Sehingga Jawa segera masuk ke herd immunity pada Agustus akhir atau paling lambat pertengahan September,” tutup Jokowi.

Tercatat, sebanyak 16.217.855 orang telah menerima vaksin COVID-19 secara lengkap. Ini setelah pada Sabtu (17/7) ada penambahan 277.126 orang yang menerima suntikan vaksin kedua. Penambahan itu disertai juga dengan 1.039.816 orang yang telah mendapatkan dosis pertama. Ini menjadikan 41.268.627 orang telah menerima suntikan pertama dari beberapa jenis vaksin COVID-19.

Artikel Menarik Lainnya :  Susun Peta Jalan Indonesia Digital, Airlangga: Dukung Generasi Muda Menjadi Game Changer di Era Digital

Dengan pencapaian itu, telah tercapai 7,79 persen dari target 208.265.720 orang yang diharapkan pemerintah menerima secara lengkap vaksin COVID-19 untuk mendapatkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Rinciannya adalah 1.437.497 tenaga kesehatan telah menerima dua kali suntikan vaksin dari yang ditargetkan sebanyak 1.468.764 orang.

Sementara di kategori orang lanjut usia, terdapat 3.217.057 orang yang sudah mendapatkan dua kali suntikan vaksin dari 21.553.118 jiwa yang ditargetkan pemerintah.

Dalam kategori petugas publik dari 17.327.167 orang yang ditargetkan, sudah tercapai 9.424.090 orang yang menerima vaksin secara lengkap.

Untuk masyarakat rentan dan umum sudah tercapai 2.139.182 orang yang mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19. Targetnya adalah 141.211.181 orang.

Selain itu terdapat pula kategori kelompok usia 12-17 tahun yang vaksinasinya baru dimulai pada Juli ini. Yakni 421.272 orang telah mendapatkan dosis pertama vaksin COVID-19 dari 26.705.490 orang yang ditargetkan.(rh/fin)