Jokowi 601.147, Prabowo 230.540

    Jokowi 601.147, Prabowo 230.540
    PLENO TERBUKA. Suasana pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perolehan Suata Pemilu 2019, sesuai target tiga hari tanggal 3 hingga 5 Mei.

    MUNGKID – Peroleh hasil untul Pilpres 2019 di Kabupaten Magelang pasangan nomor 1 Jokowi – Ma’ruf Amin memperoleh 601.147 suara. Dan pasangan nomor 2 Prabowo – Sandiaga Uno memperoleh 230.540 suara. Dengan jumlah seluruh surat suara sah 831.687, jumlah surat suara tidak sah 27.119. Hal tersebut nampak dalam rapat pleno rekapitulasi yang digelar KPU Kabupaten Magelang.

    Komisioner KPU Kabupaten Magelang Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Magelang Dwi Endis Mindarwoko  mengatakan, rapat pleno tersebut harus dapat diselesaikan sesuai target jadwal rapat pleno tanggal 3-5 Mei.

    “Total terdapat 21 Kecamatan dan harus selesai dalam tiga hari ini. Dikarenakan besuk Senin (6/5) sudah dilaksanakan rapat pleno tingkat provinsi Jawa Tengah. Pada hari pertama rapat pleno dapat menyelesaikan 6 kecamatan, pada hari kedua target 10 kecamatan dan hari terakhir tinggal 5 kecamatan,” ucap Endis.

    Endis menerangkan, waktu yang diperlukan untuk pleno satu PPK/kecamatan rata-rata memerlukan waktu 80 menit, sehingga untuk 21 kecamatan, memerlukan waktu bersih 28 jam. Dalam rapat pleno tingkat kabupaten ini lebih ringkas karena tidak membahas data per TPS, namun global per kecamatan, sehingga tidak ada pengaruhnya baik untuk kecamatan yang mempunyai TPS banyak maupun sedikit.

    “Waktu pleno digelar hingga pukul 00.00 WIB tengah malam. Dan pada hari terakhir ini pada pukul 21.00 WIB semua kecamatan telah selesai tinggal perekapannya saja.

    Tidak terdapat kendala yang berarti terkait dengan data perolehan suara, karena sudah dibetulkan pada rapat pleno tingkat kecamatan,” papat Endis.

    Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Mertoyudan, Fathul Mujib, mengatakan, pihaknya turut hadir dalam pleno tingkat kabupaten, guna mendampingi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

    “Bila muncul data yang tidak sama maka PPK dan Panwascam akan ditanya oleh KPU. Dalam pleno ini terjadi beberapa data pemilih yang salah penempatannya, sehingga dibetulkan dengan disaksikan oleh para saksi dari parpol,” tutur Mujib.(cha)