Joker Manteb, Pedagang Pasar Tradisional Temanggung Siap Hadapi Pasar Online

Joker Manteb, Pedagang Pasar Tradisional Temanggung Siap Hadapi Pasar Online
Para pedagang di Pasar Candiroto dan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Temanggung saat mengikuti gerakan Joker Manteb pada Jumat (5/8/2022). Foto: rizal ifan chanaris.

TEMANGGUNG, MAGELANGKSPRES.COM – Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Temanggung meminta kepada seluruh pedagang pasar tradisional untuk lebih berkreatif dalam hal pemasaran produk yang mereka jual di tengah tantangan global berupa kemajuan era teknologi dan digitalisasi seperti saat ini.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono saat memimpin acara Jogo Kebersihan, Keamanan, dan Ketertiban (Joker Manteb) di Pasar Candiroto, Jumat (5/8/2022).

Menurutnya, guna menghadapi peperangan dagang beragam produk barang berbasis online yang belakangan marak ini, para pedagang wajib memiliki komitmen kuat dalam hal inovasi pemasaran. Salah satunya, menawarkan dagangan mereka melalui pasar digital agar semakin mudah menjangkau para konsumen, dimana salah satunya adalah kalangan milenial yang sangat mahfum dengan gadget.

Terlebih, sejatinya kualitas barang yang ditawarkan di pasar-pasar tradisional tidak kalah baik dengan apa yang dijual di market place online berbasis digital.

“Saat ini eranya memang pemasaran berbasis online. Banyak online shop yang menjangkau konsumen dengan beragam strategi dagang sehingga memikat konsumen.

Tinggal pencet-pencet gadget mereka barang yang dipesan datang sendiri dikirmkan melalui paket. Betapa mudahnya. Kalau pasar tradisional tidak segera menyesuaikan, pasti kita sulit mengembalikan era kejayaan seperti dahulu kala saat pasar tradisional menjadi magnet utama pembeli,” jelasnya.

Entargo juga menilai, selain tantangan zaman dimana banyak barang ditawarkan melalui online shope, pedagang di los bagian dalam pasar tradisional juga menghadapi problematika lain. Yakni kalah saing dengan pedagang yang menawarkan produk barangnya di sisi bagian luar pasar.

“Pembeli kan maunya cepat, mereka ke pasar mencari barang apa yang dibutuhkan. Begitu melihatnya di pasar area luar ya langsung dibeli. Ini juga salah satu alasan kurang lakunya pedagang di bagian dalam. Harus ada sinergi dan perubahan pola, khususnya pedagang di los dalam,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Candiroto, Kohar mengaku bahwa terobosan yang dilakukan oleh pihak dinas ini harus disengkuyung atau didukung oleh semua pihak. Salah satu yang mendapat apresiasi tinggi adalah Joker Manteb ini.

“Memang tren mengunjungi pasar tradisional sekarang ini mengalami penurunan karena beragam kemudahan yang ditawarkan pasae online kepada pengunjung. Namun demikian, kami para pedagang tetap akan terus berinovasi menghadapi tantangan dunia digital.

Selain produk kami tak kalah berkualitas, hal ini juga sebagai upaya dan sarana mempertahankan eksistensi pedagang agar barang yang kami jual juga tetap laku. Caranya adalah memberikan kenyamanan bagi para pengunjung agar mereka tahu bahwa pasar tradisional masih menawarkan sesuatu sensasi tersendiri saat belanja,” harapnya. (riz)